JAKARTA – Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, menyambut optimistis hasil undian Piala AFF 2026 yang menempatkan Skuad Garuda dalam grup yang dinilai kompetitif namun realistis untuk dilalui.
Meski terhindar dari label grup neraka, Indonesia tetap dihadapkan pada tantangan berat sejak fase awal turnamen.
Berdasarkan hasil undian, Timnas Indonesia akan bersaing di fase grup menghadapi Vietnam, Singapura, Kamboja, serta pemenang playoff Brunei Darussalam/Timor Leste.
Dari seluruh calon lawan tersebut, Vietnam menjadi ujian paling berat lantaran berstatus sebagai juara bertahan.
Vietnam saat ini tampil solid di bawah arahan Kim Sang-sik.
Sejak ditangani pelatih asal Korea Selatan itu pada akhir 2024, Vietnam berhasil meraih tiga gelar juara, termasuk Piala AFF level senior dan turnamen U-23, menjadikan mereka salah satu tim paling konsisten di kawasan Asia Tenggara.
Selain Vietnam, Singapura juga dinilai tidak bisa dipandang sebelah mata.
Tim berjuluk The Lions itu sukses menjadi salah satu wakil ASEAN di Piala Asia 2027 dan kini ditangani pelatih muda Gavin Lee, yang dikenal dengan pendekatan taktik modern dan disiplin permainan tinggi.
Menanggapi hasil undian tersebut, John Herdman mengaku cukup terkejut mengetahui fakta bahwa Timnas Indonesia belum pernah menjuarai Piala AFF, meski sudah enam kali tampil di partai final.
“Ya, saya mendengar Indonesia sudah enam kali menjadi finalis. Itu cukup sering saya dengar sejak tiba di sini,” ujar Herdman usai pengundian Piala AFF 2026.
Pelatih asal Inggris itu berharap edisi kali ini bisa menjadi momentum bagi Skuad Garuda untuk mengakhiri penantian panjang dan mencetak sejarah baru.
“Dan semoga pada edisi ini, kami mendapat kesempatan untuk memperbaiki rekor itu. Ini tentang masa depan sepak bola Indonesia,” tegasnya.
Meski demikian, Herdman menegaskan bahwa jalan menuju trofi tidak akan mudah.
Menurutnya, Piala AFF merupakan turnamen dengan tingkat persaingan yang sangat ketat, di mana setiap tim memiliki peluang yang sama.
“Seperti yang dikatakan Gavin Lee, ini adalah turnamen papan atas. Persaingannya sangat ketat dan merupakan lapangan bermain yang setara bagi banyak tim,” ujarnya.
Ia menambahkan, faktor mental dan semangat juang akan menjadi pembeda utama dalam turnamen ini.
“Biasanya tim dengan semangat terbaik yang akan muncul sebagai pemenang. Saya pikir Indonesia memiliki peluang besar untuk itu,” pungkas Herdman.





