SAMARINDA – Keputusan Gubernur Kalimantan Timur, (Kaltim), Rudy Mas’ud, terbang ke Singapura di tengah bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda wilayahnya mendulang sorotan publik.
Langkah kepala daerah tersebut menjadi perbincangan hangat usai foto keberadaannya di Singapura viral di media sosial, di mana Rudy diketahui berangkat pada Sabtu (10/10/2026) dan kembali ke Indonesia pada Selasa (13/10/2026).
Menanggapi polemik yang berkembang, Pemerintah Provinsi Kaltim dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) memberikan konfirmasi resmi mengenai alasan keberangkatan pejabat nomor satu di Kalimantan Timur tersebut.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kaltim, Ririn Sari Dewi, menjelaskan bahwa agenda keberangkatan Rudy ke luar negeri bertujuan murni untuk keperluan medis singkat dan telah memantongi izin resmi dari pemerintah pusat.
“Enggak, check up kesehatan saja, Bapak,” jelas Ririn pada Selasa (13/10/2026), dilansir dari Kompas.com.
Ia menegaskan bahwa izin perjalanan dinas/luar negeri tersebut dikeluarkannya secara sah oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian.
“Ya, Bapak itu kan dapat izin kemarin dari Pak Mendagri untuk check up kesehatan. Alasan kesehatan sih,” ujar Ririn.
Kepastian mengenai diterbitkannya izin tersebut turut dibenarkan oleh Kementerian Dalam Negeri melalui Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto.
“Ya, Pak Gubernur Kaltim sudah menyampaikan permohonan izin kepada Pak Mendagri. Ya, karena memang beliau menyampaikan perlu cek kesehatan, ya Pak Mendagri sudah izinkan sebetulnya, ya,” jelas Bima di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Rabu (14/10/2026).
Kendati memberikan lampu hijau, Bima Arya mengungkapkan bahwa Mendagri melampirkan sejumlah catatan khusus dalam surat izin tersebut, terutama larangan berada di luar negeri dalam durasi lama serta instruksi untuk tetap mengendalikan penanganan bencana.
“Kemudian juga mengoordinasikan penanganan bencana segera. Jadi, memang ketika diberikan kan ada catatan-catatannya, karena ini untuk alasan kesehatan,” ungkap dia.
“Ya saya kira mungkin sehari dua hari kalau tidak salah, ya. Artinya, tidak lama juga izinnya itu, kan itu kalau tidak salah juga akhir pekan kalau tidak salah, ya,” tutur dia.
Pasca-kepulangannya, pihak Kemendagri meminta Gubernur Kaltim untuk tidak menunda waktu dan langsung memimpin kembali upaya penanggulangan karhutla di daerah.
“Kami minta juga Pak Gubernur untuk langsung kembali bertugas, ya. Konsentrasi pada penanganan bencana,” ujar dia.
Mengenai rumor yang beredar di media sosial yang menyebutkan kedatangan Rudy ke Singapura juga bertujuan untuk menonton ajang balap F1, Bima menegaskan bahwa pihaknya terbuka menerima laporan dari masyarakat jika ada bukti pendukung.
“Wah, kami kurang monitor untuk urusan itu. Ya kalau, kalau, ya kalau ada buktinya tentu akan ada pertimbangan lebih lanjut lagi, ya. Kalau memang betul, ya. Karena izinnya hanya untuk kesehatan,” ucap dia.
Langkah Gubernur Kaltim yang bepergian ke luar negeri di masa krisis asap turut memantik tanggapan keras dari parlemen.
Anggota Komisi IV DPR RI, Riyono, mengingatkan seluruh jajaran kepala daerah dan aparat keamanan untuk mengedepankan empati dan kepekaan sosial terhadap penderitaan warga yang terdampak kabut asap.
“Tentu untuk para pejabat daerah, gubernur, bupati, ya Polda, teman-teman Pangdam di sana, sinergi dan kolaborasi untuk terus berupaya semaksimal mungkin memadamkan api. Jaga ya komentar, jaga perasaan masyarakat yang tiap hari mereka bertarung dengan asap,” ujar Riyono dalam keterangannya, Selasa (13/10/2026).
Ia menekankan pentingnya sinergi lintas instansi guna mempercepat proses pemadaman titik api di lapangan daripada sekadar melontarkan retorika keprihatinan.
“Oleh karena itu, mari kita berkolaborasi untuk segera memadamkan kebakaran ini. Dan tentu ini bukan tugas sendiri-sendiri, ini adalah tugas kita semuanya,” ujar Riyono. (*)





