JEPANG – Capaian bersejarah tim bulu tangkis beregu putra Indonesia dalam mempersembahkan medali emas pertama di ajang Asian Games 2026 Aichi-Nagoya, Jepang, memicu rasa bangga dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
Kepastian gelar juara Asia tersebut dikunci usai skuad Merah Putih menumbangkan tim kuat China pada babak final.
Begitu menerima kabar kemenangan tersebut, Presiden Prabowo langsung menghubungi seluruh anggota tim bulu tangkis melalui sambungan video dari Jakarta pada Kamis (25/9/2026) untuk memberikan ucapan selamat secara langsung.
“Terima kasih saudara-saudara sekalian. Terima kasih,” ungkap Prabowo melalui akun Instagram resminya, dikutip dari Antara, Jumat (25/9/2026).
“Jerih payah saudara-saudara. Kalian berhasil. Medali emas pertama, selamat ya. Selamat. Terima kasih sekali lagi.”
Dalam perbincangan interaktif tersebut, Kepala Negara turut mengimbau para atlet untuk menjaga konsistensi dan terus menjaga semangat hingga seluruh rangkaian pertandingan berakhir.
“Terima kasih atas perjuangan dan kerja kerasnya. Terus berjuang! Harumkan nama Indonesia,” lanjut Prabowo Subianto.
Perjuangan Enam Jam dan Dahaga Emas 28 Tahun
Pertandingan final yang digelar di Ichinomiya, Aichi, Jepang tersebut berlangsung sengit dan menegangkan selama hampir enam jam.
Kepastian medali emas ditentukan di partai pamungkas (partai kelima) saat tunggal putra Mohammad Zaki Ubaidillah mengalahkan wakil Tiongkok, Weng Hongyang, dua gim langsung dengan skor 23-21 dan 21-13.
Tambahan medali emas dari cabor bulu tangkis ini menggenapkan pundi-pundi medali Kontingen Indonesia hingga Kamis menjadi total 20 medali, yang terdiri dari 1 emas, 4 perak, dan 15 perunggu.
Rangkaian kompetisi multievent terbesar se-Asia ini masih dijadwalkan berlangsung hingga 4 Oktober 2026.
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, Erick Thohir, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas prestasi yang mengakhiri puasa gelar beregu putra selama 28 tahun sejak edisi Asian Games 1998 di Bangkok.
“Alhamdulillah, saya mengucapkan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada tim bulu tangkis beregu putra yang berhasil mengalahkan China dan mempersembahkan emas pertama bagi Indonesia di Asian Games Aichi-Nagoya 2026,” ujar Erick.
“Kemenangan itu sangat istimewa karena setelah 28 tahun, Indonesia kembali meraih emas beregu putra bulu tangkis Asian Games. Terakhir kali, kita mendapatkan emas dari nomor itu adalah pada 1998,” lanjutnya.
Kebangkitan Dramatis dan Motivasi Kontingen
Menpora menggarisbawahi daya juang tim putra yang mampu membalikkan kedudukan secara dramatis dari posisi tertinggal 0-2 menjadi kemenangan 3-2 atas tim China.
Menurutnya, hasil ini merupakan bukti kedisiplinan dan mental bertanding yang solid.
“Mereka menunjukkan ketika kita bekerja keras, mempersiapkan diri dengan baik, dan berjuang bersama, Indonesia mampu berdiri sejajar dengan negara-negara terbaik Asia,” tegas Erick.
Ia juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada pengurus PP PBSI, jajaran pelatih, tim medis, serta seluruh official yang mendukung perjuangan para atlet di lapangan.
Erick berharap pencapaian medali emas pertama ini menjadi pemantik semangat bagi cabang olahraga lain yang masih bertanding di Jepang.
“Saya berharap emas itu menjadi momentum dan suntikan semangat bagi seluruh Kontingen Indonesia yang masih berjuang dalam Asian Games Aichi-Nagoya. Mari terus berjuang, terus memberikan yang terbaik, dan membawa pulang medali emas untuk masyarakat Indonesia,” pungkasnya. (*)





