Tekan Enter untuk mencari

Selasa, 27 Oktober 2026

Borneo FC Wajib Waspada, Bali United Incar Poin Penuh di Segiri

Redaksi
Diterbitkan Jumat, 18 September 2026 07:52 WITA
Skuad Bali United di BRI Super League 2026/2027. (X @BaliUtd)
Skuad Bali United di BRI Super League 2026/2027. (X @BaliUtd)

SAMARINDA – Bali United bersiap melakoni partai tandang pertamanya dalam ajang Super League 2026/2027 dengan melawat ke markas Borneo FC di Stadion Segiri, Samarinda, pada pekan ketiga, Minggu (20/9/2026).

Skuad berjuluk Serdadu Tridatu tersebut datang berbekal rekor impresif dua kemenangan beruntun di awal musim, sekaligus menjadikan laga ini sebagai ujian laga luar kandang perdana bagi sang pelatih kepala, Johnny Jansen.

Agenda tandang Bali United sejatinya telah dijadwalkan pada pekan kedua saat berhadapan dengan Isenmulang Kalteng FC.

Akan tetapi, pekatnya kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mengepung Palangkaraya memaksa venue laga dipindahkan ke Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar.

Berubah status menjadi tuan rumah, Serdadu Tridatu tampil dominan dan sukses mengamankan tiga poin lewat kemenangan telak 4-1.

Menatap duel di Samarinda, Johnny Jansen mengusung ambisi besar berbekal catatan manis dari lawatan musim sebelumnya.

Pada pertemuan terakhir di Stadion Segiri, Bali United berhasil membawa pulang kemenangan tipis 1-0 berkat gol tunggal Kadek Agung Widnyana.

Hasil tersebut terasa kian spesial lantaran mampu merobohkan keperkasaan Borneo FC yang dikenal sangat tangguh ketika tampil di depan pendukungnya sendiri.

Jansen secara terbuka mematok target meraih poin penuh, meski menyadari betul kapasitas Pesut Etam sebagai salah satu kekuatan utama di kompetisi domestik maupun Asia.

“Borneo FC musim lalu adalah tim bagus. Musim sekarang mereka banyak pemain baru dan patut diwaspadai, apalagi mereka bermain di pentas Asia,” ujar Jansen di sela-sela latihan, Kamis (17/9/2026) di Bali United Training Center, dilansir dari detik.

Pelatih berdarah Belanda itu pun mengekspresikan antusiasmenya menyambut laga sengit melawan salah satu kontestan papan atas Liga Indonesia.

“Saya sangat tertarik melawan salah satu tim papan atas di Indonesia. Saya sangat senang,” imbuhnya.

Guna memastikan kesiapan taktis anak asuhnya, Jansen bersama jajaran tim pelatih telah membedah peta kekuatan lawan melalui rekaman laga Borneo FC saat bersua Dewa United, yang kemudian dijadikan pijakan utama dalam merancang skema permainan.

“Kami analisis permainan mereka lewat rekaman video saat mereka lawan Dewa United. Setelah itu kami rencanakan strategi untuk lawan mereka,” katanya.

Di samping pematangan strategi, perhatian staf medis dan kepelatihan turut tertuju pada proses pemulihan kondisi playmaker Queven Inacio.

Walau belum bergabung penuh dalam sesi latihan reguler bersama rekan-rekannya, Jansen optimistis gelandang asal Brasil itu berpeluang turun sejak menit awal.

“Queven sekarang tidak ikut latihan dan berada di pitch. Saya rasa tidak cedera yang parah. Saya rasa Queven bisa tampil lawan Borneo hari Minggu nanti,” ungkapnya.

Kondisi Queven sebelumnya sempat memicu kecemasan lantaran harus ditandu keluar lapangan akibat penanganan medis intensif saat menghempaskan Isenmulang FC.

Mengenai iklim tekanan laga tandang resmi pertama musim ini, Jansen menegaskan jajarannya tidak merasa gentar.

Pengalaman menjajal atmosfer markas lawan dalam laga uji coba pramusim, seperti saat menyambangi markas PSIM Yogyakarta di Stadion Mandala Krida, dinilai telah menggembleng mentalitas bertanding timnya.

“Laga tandang saat pramusim penting dijalani agar pemain baru beradaptasi ketika kami bermain sebagai tamu,” pungkas Jansen. (*)

Bagikan
berita terkait