Tekan Enter untuk mencari

Sabtu, 30 Mei 2026

Gubernur Kaltim Silaturahmi ke Sultan Kutai, Tegaskan Komitmen Hormati Adat dan Budaya

Redaksi
Diterbitkan Jumat, 16 Januari 2026 09:57 WITA
Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud, bersilaturahmi ke Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura Aji Muhammad Arifin
Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud, bersilaturahmi ke Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura Aji Muhammad Arifin

TENGGARONG – Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas’ud melakukan kunjungan ke Kedaton Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Tenggarong, Kamis (15/1/2026).

Kunjungan tersebut menjadi wujud penghormatan sekaligus tabayun atas dinamika yang berkembang terkait posisi adat dalam kegiatan kenegaraan.

Gubernur Rudy Mas’ud hadir bersama istri, Sarifah Suraidah, dan disambut langsung oleh Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura Aji Muhammad Arifin beserta kerabat Kesultanan Kutai.

Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat, penuh kekeluargaan, dan sarat nilai budaya.

Usai pertemuan, Rudy Mas’ud menegaskan bahwa kedatangannya merupakan bentuk komitmen pribadi dan kelembagaan untuk terus menjunjung tinggi adat istiadat, tata krama, serta etika budaya yang hidup dan berkembang di Kalimantan Timur.

“Saya dilahirkan dari keluarga yang menjunjung adat istiadat, tata krama, etika, dan sopan santun. Karena itu, saya datang langsung kepada Sultan untuk bersilaturahmi dan bertabayun,” ujar Rudy Mas’ud.

Ia menegaskan, Kesultanan Kutai Kartanegara memiliki posisi historis dan kultural yang sangat penting sebagai kerajaan tertua di Indonesia, yang turut memberi pengaruh besar terhadap lahirnya kerajaan-kerajaan lain di Nusantara.

Oleh sebab itu, penghormatan terhadap Sultan, tokoh adat, dan para tetua dinilai sebagai keharusan yang tidak boleh diabaikan.

Rudy Mas’ud juga menyinggung prinsip “di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung” sebagai nilai yang harus menjadi landasan dalam penyelenggaraan pemerintahan, khususnya dalam menjaga relasi harmonis antara negara dan adat.

Terkait dinamika yang terjadi dalam rangkaian kunjungan Presiden Republik Indonesia di Balikpapan beberapa waktu lalu, Gubernur menegaskan bahwa seluruh kegiatan kenegaraan wajib mengikuti mekanisme serta aturan keprotokolan nasional yang berlaku.

Meski pengaturan acara tersebut bukan berada di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, ia merasa perlu hadir secara langsung untuk memberikan penjelasan kepada Sultan Kutai Kartanegara.

“Arahan dari Sultan akan kami sampaikan kepada pemerintah pusat sebagai bahan introspeksi bersama, agar ke depan tata cara penempatan para raja dan tokoh adat dalam acara kenegaraan dapat dilakukan dengan lebih baik,” tegasnya.

Rudy Mas’ud memastikan, ke depan Pemerintah Provinsi Kaltim akan memberikan perhatian khusus terhadap penghormatan tokoh adat dan budaya dalam setiap kegiatan resmi.

Komitmen tersebut juga akan ia sampaikan kepada seluruh pemerintah provinsi di Indonesia melalui perannya sebagai Ketua Umum Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI).

Sementara itu, Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura Aji Muhammad Arifin menyambut baik silaturahmi yang dilakukan Gubernur Kaltim.

Ia berharap kejadian serupa tidak kembali terulang dan seluruh pihak dapat semakin menjaga serta menghormati adat dan budaya.

“Kita berterima kasih kepada Bapak Presiden yang telah mengingatkan soal bagaimana seharusnya menempatkan posisi raja dalam sebuah acara kenegaraan,” ujar Sultan.

Bagikan
berita terkait