Polda Kaltim Bongkar Investasi Bodong Raup Rp 63 Miliar

8 November 2021, 23:27

BALIKPAPAN – Polda Kaltim berhasil membongkar investasi bodong yang mampu meraup uang korbannya senilai Rp 63 miliar. Salah satu pelakunya berinisial D-M (24) diringkus bersama sejumlah barang bukti. Pelaku digiring ke Mapolda Kaltim untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Kabid Humas Polda Kaltim, Kombes Pol Yusuf Sutejo, menerangkan, awal pengungkapan bermula dari seorang korban yang melapor ke Polres Berau, pada Juni 2021 lalu.

“Ketika ditindaklanjuti ternyata korbannya tidak hanya 1 orang. Karena di Polda Kaltim sendiri juga ada empat laporan yang masuk terkait keluhan yang sama,” kata Yusuf, Senin (8/11/2021) di Mapolda Kaltim.

Aksi tersebut dilakukan pelaku dengan menggunakan platform Instagram yang dilakukan sejak September 2020 lalu. Dengan menggunakan dua akun instagram, pelaku kemudian melakukan penawaran ke calon korbannya.

Hampir sama dengan model investasi, setidaknya ada 15 jenis penawaran yang digunakan pelaku untuk mengelabuhi korbannya.  

Beragam jenis penawaran pun dilakukan dari modal investasi Rp 300 ribu hingga Rp 2 juta rupiah. Yang kemudian dikirim kedalam 3 rekening.

“Semua investasi itu dikelola, dimasukkan beberapa nomor rekening yang memang milik tersangka,” terang Yusuf lagi.

Berdasarkan hasil penelusuran Polda Kaltim, aksi yang telah dilakukan sejak September 2020 tersebut berhasil meraup Rp 63 Milliar rupiah. Uang tersebut digunakan pelaku dengan memutarnya ke masing-masing nasabah, sebagiannya digunakan pelaku untuk foya-foya.

“Pengelolaan dana investasi hanya diputar-putar untuk pembayaran bunga bagi pengikut investasi itu sendiri dan sebagian tersangka ambil untuk kepentingan tersangka sendiri,” tambahnya.

Diperkirakan ada 900 korban yang mampu dikelabui pelaku yang tersebar di seluruh Indonesia diantaranya dari Balikpapan Kaltim, Jawa Tengah, Banten, Riau dan lainnya.  Polda Kaltim terus mengembangkan kasusnya untuk menyelidiki tersangka lainnya. (brt)

Editor: Redaksi Analisanews

Related Articles

Back to top button
Close