Tekan Enter untuk mencari

Kamis, 16 April 2026

Survei LSI: 74,9 Persen Warga Siap Perang Bela Indonesia

Redaksi
Diterbitkan Senin, 13 April 2026 08:31 WITA
Ilustrasi. Masyarakat Indonesia siap berperang membela NKRI.
Ilustrasi. Masyarakat Indonesia siap berperang membela NKRI.

JAKARTA – Mayoritas masyarakat Indonesia menunjukkan tingkat patriotisme yang tinggi.

Hal ini tercermin dari hasil survei Lembaga Survei Indonesia yang menyebutkan sebanyak 74,9 persen responden bersedia ikut berperang jika Indonesia menghadapi konflik dengan negara lain.

Temuan tersebut merupakan bagian dari survei bertajuk “Evaluasi dan Komitmen Publik Terhadap Pancasila” yang dipaparkan Direktur Eksekutif LSI, Djayadi Hanan, di Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (12/4/2026), dilansir dari Kompas.com.

Dalam survei tersebut, responden diberikan pertanyaan terkait kesediaan mereka untuk membela Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) jika terjadi perang.

Hasilnya, sebanyak 26,4 persen menyatakan sangat bersedia, sementara 48,5 persen lainnya mengaku bersedia.

“Mayoritas, yakni 74,9 persen responden, menyatakan bersedia atau sangat bersedia ikut berperang mempertahankan NKRI,” tulis LSI dalam laporannya.

Meski demikian, tidak semua responden memiliki pandangan serupa.

Sebanyak 17,4 persen menyatakan tidak bersedia, 4,4 persen sangat tidak bersedia, dan 3,2 persen tidak memberikan jawaban atau tidak tahu.

Selain mengukur sikap patriotisme, survei ini juga menggali tingkat kekhawatiran masyarakat terhadap potensi ancaman dari luar negeri.

Hasilnya menunjukkan angka yang cukup tinggi, dengan 46,9 persen responden mengaku sangat khawatir dan 43,2 persen menyatakan khawatir.

Dengan demikian, total 90,1 persen responden merasa cemas terhadap kemungkinan Indonesia diserang negara lain.

Sementara itu, hanya 7,6 persen responden yang mengaku tidak khawatir, 1,0 persen sama sekali tidak khawatir, dan 1,2 persen tidak menjawab.

Survei ini melibatkan 2.020 responden yang merupakan warga negara Indonesia dengan hak pilih, yakni berusia minimal 17 tahun atau sudah menikah.

Pemilihan sampel dilakukan secara acak menggunakan metode multistage random sampling.

Dengan jumlah tersebut, survei memiliki margin of error sekitar ±2,2 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara tatap muka oleh pewawancara terlatih.

Untuk menjaga validitas data, dilakukan pula pengecekan ulang (spot check) terhadap 20 persen sampel secara acak, dan tidak ditemukan kesalahan signifikan.

Survei ini dilaksanakan dalam rentang waktu 4 hingga 12 Maret 2026, memberikan gambaran terkini mengenai sikap masyarakat terhadap isu pertahanan negara serta komitmen terhadap nilai-nilai kebangsaan. (*)

Bagikan
berita terkait