Warga Girirejo Keluhkan Banjir ke Dewan

Diduga Akibat Pembukaan Lahan dan Tambang Ilegal

18 June 2020, 21:17

SAMARINDA, analisanews.co – Warga Girirejo, Kelurahan Lempake, Samarinda Utara kembali mengeluhkan masalah banjir kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Samarinda.

Diketahui, alasan sering terjadinya banjir di kawasan tersebut lantaran kegiatan pengembang perumahan dan tambang batu bara ilegal. Akibatnya, masyarakat di wilayah tersebut menuntut kegiatan itu untuk dihentikan.

Ketua Komisi III DPRD Samarinda Angkasa Jaya yang dihubungi melalui sambungan telepon mengatakan, aduan tersebut benar adanya. Ia menyampaikan, komisi III akan menindaklanjuti dan mengambil sikap dengan melakukan sidak.

“Sidak akan dilakukan pekan depan, semua anggota komisi III akan ke sana,” ucapnya, Kamis, 18 Juni 2020.

Angkasa menambahkan, kegiatan sidak ke Girirejo untuk melihat aktivitas tambang ilegal dan pengembang perumahan. Dengan tujuan untuk menanyakan kemauan dan keinginan pihak pengelola.

“Kekurangannya apa saja, karena secara lingkungan masih disikapi juga oleh pemerintah daerah,” terangnya.

Lanjut Angkasa, masyarakat meminta sikap tegas Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda dalam hal ini Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Samarinda.

“Tentu akan kami jembatani, dilihat lagi kerugian lingkungan apa saja yang terjadi di sana selain banjir,” tambahnya.

Disinggung mengenai wilayah Samarinda Utara, selain mengalami banjir mereka juga kesusahan air bersih. Angkasa menegaskan, hal tersebut tidak dibahas dalam hearing kali ini.

“Cuma soal pengembang perumahan dan tambang batu bara ilegal yang menyebabkan banjir, itu saja,” tandasnya. (*)

Reporter: Nina
Editor: Ricardo

Tags

Related Articles

Back to top button
Close