Viral Kenduri Pernikahan Melanggar Prokes Terjadi di Samarinda

25 February 2021, 09:13

Samarinda, AnalisaNews.co – Beredar video berdurasi 20 detik dijagat Maya. Menunjukkan sebuah aktivitas kenduri ditengah pandemi. Pesta pernikahan itu disebutkan telah berlangsung di Samarinda. Kekinian postingan berasal dari akun Instagram @lambe_turah itu mendadak viral.

Potongan video yang menunjukkan adanya kerumunan itu, dianggap telah melanggar protokol kesehatan. Mengingat kondisi penyebaran COVID-19 di Kota Tepian hingga kini masih terjadi. Dalam video tersebut, tampak para tamu undangan yang dominan menggunakan baju oranye, sedang menyaksikan tarian adat tanpa menjaga jarak.

Fatalnya lagi, banyak juga para tamu undangan yang hadir tak menggunakan masker. Bahkan kerumunan tamu undangan juga terjadi disaat hendak bersalaman dengan pasangan pengantin. Dari Informasi yang berhasil dihimpun, diduga acara pesta pernikahan itu terjadi di sebuah gedung serba guna kawasan Kecamatan Samarinda Seberang.

Menanggapi kabar tersebut, aparat kepolisian kini melakukan tindakan penyelidikan. “Sementara ini kami masih tahap klarifikasi ke pihak terkait. Tentunya kami mengedepankan dari gugus tugas dulu dan satpol pp apakah perbuatan tersebut akan dilanjutkan ke jenjang lebih maju lagi (proses hukum) atau tidak,” ungkap Kapolresta Samarinda Kombes Pol Arif Budiman, melalui Kasat Reskrim Kompol Yuliansyah ketika dikonfirmasi Rabu (24/2/2021).

Kompol Yuliansyah menyampaikan, bahwa dirinya saat ini tak mau berkomentar lebih jauh. Untuk merespon dugaan pelanggaran protokol kesehatan tersebut. Sebab penerapan dan aturan sanksi terkait kondisi pandemi di Kota Tepian masih belum begitu jelas menurutnya.

“Karena kita ini (Samarinda) penerapannya tidak jelas, PSBB tidak, jadi apa yang akan kami terapkan. Kalau di Jakarta kemarin mereka kena pasal menghalang-halang atau menantang petugas, karena sudah diimbau tapi tidak patuh,” terangnya.

“Kalau di sini, mau dipakai UU Karantina tetapi kita tidak karantina. Itu salah satu kendala kami, makanya kami akan koordinasi ke gugus tugas apakah diberikan sanksi administrasi atau pidana,” sambungnya.

Disinggung mengenai izin acara, Yuliansyah mengaku kalau pesta pernikahan itu dipastikan tak memiliki izin dari Korps Bhayangkara. Bahkan Yuliansyah menyebut pesta pernikahan itu juga tak mengantongi izin dari Satgas COVID-19 Samarinda.

“Kalau tidak ada rekomendasi ini harusnya ada sanksi kan. Tapi kalau sanksinya pidana itu susah. Karena mau dijerat pasal yang mana. Nah ini yang masih kami cari dan coba pelajari dengan tim gugus secara bersama-sama,” timpalnya.

Meski masih kesulitan dalam penerapan sanksi, namun Yuliansyah dengan tegas mengatakan, apabila telah ditemukan unsur menjerat, maka dirinya tak akan segan memberikan sanksi pidana kepada pelanggar aturan.

Namun demikian, saat ini pihak kepolisian dipastikan masih akan terus melakukan koordinasi dengan Satgas COVID-19, sembari menunggu tindaklanjut dari Satpol PP Samarinda.

“Kalau Satpol PP saya dengar akan melakukan penindakan. Itusih yang pertama akan kami tunggu dulu untuk melihat perkembangannya,” pungkasnya. (Tim Redaksi Analisa)

Tags

Related Articles

Back to top button
Close