Tunggu Tim Puslabfor, Polisi Ambil Keterangan Delapan Saksi Terkait Ledakan Kapal

14 February 2021, 22:33

Samarinda, AnalisaNews.co – Penyelidikan polisi memastikan ledakan kapal bermuatan solar di galangan PT Barokah Perkasa pada Kamis (11/2/2021) lalu, masih terus dilakukan hingga saat ini. Dari penyelidikan yang dilakukan Koprs Bhayakara diketahui kalau polisi hingga dihari ketiga ledakan kapal, telah memeriksa delapan orang saksi dari para pekerja, keluarga dan pihak perusahaan.

“Sejauh ini kami sudah mengambil keterangan delapan orang saksi,” tutur Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Arif Budiman melalui Kasat Reskrim Kompol Yuliansyah, Minggu (14/2/2021).

Disinggung lebih jauh tentang kedatangan Tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri cabang Surabaya, Jawa Timur (Jatim) untuk melakukan identifikasi kejadian di lokasi, Yuliansyah menyebut masih dalam penjadwalan ulang.

Lanjut polisi berpangkat melati satu ini, sejatinya Tim Puslabfor Mabes Polri seharusnya tiba di Kota Tepian pada Sabtu (13/2/2021) kemarin. Namun hal itu terpaksa harus dijadwalkan ulang, karena mengingat kondisi kapal tenggelam.

“Ini kapalnya masih diupayakan naik untuk bisa ditindaklanjuti penyelidikan. Perusahaan hanya punya satu crane, untuk mengangkat kapal itu perlu dua (crane), makanya masih diupayakan,” tambahnya.

Meski masih dalam upaya evakuasi badan kapal yang tenggelam, namun garis polisi pun masih terpasang rapi. Agar tidak ada yang merusak tempat kejadian perkara.

“Jadi TKP itu harus steril, tidak ada yang boleh masuk,” imbuhnya.

Selama menunggu hasil penyelidikan, Yuliansyah pun enggan berbicara lebih jauh. Terlebih jika mencari pelaku atau kelalaian yang mungkin masih bisa terjadi pada ledakan kapal tersebut.

“Kami masih menunggu labfor terkait penyebab ledakan. Apakah ada kelalaian dari pengawasan, dari korban sendiri atau alatnya. Itu akan menjadi tugas penyidik,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, pada ledakan kapal di galangan PT Barokah Galangan Perkasa pada Kamis (11/2/2021) lalu, terdapat tiga pekerja yang dikabarkan menghilang.

Ketiga nama itu ialah Suwardi (37), Gunawi (52) dan Tumiran (55). Diduga ketiga korban ini telah ditemukan dalam keadaan meninggal dua.

Namun demikian, identitas ketiga mayat yang telah dievakuasi Tim SAR gabungan ini masih dalam penyelidikan lebih lanjut guna memastikan identitas di RSUD AW Sjahranie.

(Tim Redaksi Analisa)

Tags

Related Articles

Back to top button
Close