Timsus Polda Jatim Tangani Kasus Nurhadi Sampai Tuntas

30 March 2021, 21:01

SURABAYA, analisanews.co – Polda Jawa Timur telah membentuk tim khusus (Timsus) untuk mengawal kasus dugaan penganiayaan Terhadap Wartawan Tempo Nurhadi hingga tuntas. Penyelesaian kasus ini juga dilakukan secara transparan.

“Semua penyidikan dilakukan secara transparan. Kami juga sudah berbicara kepada perwakilan teman media untuk bersama-sama mengawal kasus ini hingga selesai,” kata Kapolda Jatim, Irjen Pol Nico Afinta, kepada awak media, di Ruang Humas Polda Jatim, Selasa (30/3).

Ia prihatin dengan kejadian yang menimpa Nurhadi. Karena itu, jendral bintang dua itu meminta kepada seluruh jajaran di lingkungan Polda Jatim agar tetap bersinergi kepada seluruh wartawan. Tetap membangun komunikasi yang baik.

“Mari kita semua sama-sama menjaga keamanan Jawa Timur sehingga setiap kegiatan rekan-rekan wartawan dan kegiatan kepolisian bisa saling sinergi satu sama lain,” terangnya.

Tim penyidik sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), Senin (29/3). Nantinya, semua saksi yang telah diajukan akan dipanggil untuk mendengarkan kesaksiannya. “Termasuk keterangan Nurhadi sudah kami dengarkan,” tambahnya.

Ia menegaskan kalau siapapun yang terlibat dan telah disebutkan oleh Nurhadi tak akan luput dari pemeriksaan tim Kriminal Khusus (Krimsus) Polda Jatim. “Untuk perkembangannya silahkan langsung mendatangi jajaran Krimsus,” katanya lagi.

Sementara itu, Sekretaris Tim Pembela Wartawan PWI Jatim Tomy C Gutomo mengatakan kalau dirinya bersama Asosiasi Jurnalis Independen (AJI) Surabaya, Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Surabaya, PFI (Pewarta Foto Indonesia), IJO (Ikatan Jurnalis Online) dan Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Jatim, meminta proses penanganan Nurhadi dilakukan transparan dan cepat.

Mereka juga meminta perlindungan dan jaminan keamanan untuk Nurhadi dan keluarganya. “Kapolda berjanji untuk terbuka dan profesional. Kasus ini jadi atensi kapolri juga. Tidak akan ada yang lolos. Kapolda juga akan mengingatkan anggotanya untuk menghormati wartawan yang bertugas. Jangan sampai hubungan polisi dan wartawan menjadi keruh,” ungkapnya.

Diwaktu yang berbeda, perwakilan AJI Surabaya Farid Rahman menyampaikan, kasus kekerasan terhadap jurnalis sering terjadi. Untuk itu, dirinya nenolak jika kasus Nurhadi hanya selesai dengan audiensi. “Kasus kawan kita Nurhadi harus tuntas. Semua yang terlibat harus diproses dan yang terbukti harus diseret ke meja hijau (pengadilan),” ujarnya.

Dihari yang  sama, Nurhadi menjalankan pemeriksaan lebih lanjut. Untuk mengeluarkan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) di Krimum Polda Jatim. Pemeriksaan tersebut dilakukan sejak pukul 13.00 Wib.

Seperti diketahui, Nurhadi menjadi korban kekerasan saat melakukan kerja jurnalistik di Gedung Samudra Bumimoro. Di sana, Nurhadi sedang bekerja melakukan reportase terkait kasus dugaan suap yang dilakukan oleh mantan Ditjen Pajak Kemenkeu, Angin Prayitno Aji yang sedang ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Di lokasi tersebut sedang berlangsung resepsi pernikahan anara anak Angin Prayitno Aji dan anak Kombes Pol Achmad Yani, mantan Karo Perencanaan Polda Jatim.

Editor: Redaksi Analisa

Tags

Related Articles

Back to top button
Close