Sudah Jatuh Tempo, Jiwasraya Tidak Bisa Cairkan Asuransi Pendidikan

12 March 2021, 19:32

SANGATTA, analisanews.coPara nasabah Jiwasraya di Kabupaten Kutai Timur sepakat menolak restrukturisasi Jiwasraya. Deklarasi sikap itu dilakukan di Komplek Perkantoran Bupati Kutai Timur, di Bukit Pelangi Sangatta, Kamis (11/3), pukul 12.00 Wita.

Kekecewaan mereka sudah tidak bisa dibendung lagi. Sebab, asuransi pendidikan untuk anak mereka kini tidak jelas. Padahal, mereka sudah mempercayakan pengelolaan dana pendidikan anaknya di Jiwasraya.

Putra putri para nasabah ini sudah hampir lulus sekolah tingkat SMA dan SMK sederajat. Namun, sampai sekarang asuransi itu tidak bisa dicairkan. Padahal sudah jatuh tempo pencairan. Hal itu membuat anak mereka terancam tidak bisa melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi.

“Padahal kami selalu bayar premi terus selama 15 tahun,” kata Andi Syamsuddin salah satu nasabah.

Ia menganggap, kerugian yang dialami Jiwasraya akibat tingginya tingkat korupsi. Serta lemahnya pengawasan dari Kementerian BUMN dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sehingga, tidak perlu dibebankan ke nasabah.

“Apabila dikatakan bahwa bunga pengembangan terlalu besar dari polis, mereka siap untuk membeberkan faktanya bahwa hal itu tidak benar. Kenapa harus dibebankan ke kita. Kami kan rutin bayar preminya,” tegasnya.

Menurutnya, tidak adanya lembaga penjamin polis menjadi salah satu kendala, dalam penyelesaian masalah pembayaran klaim asuransi. Padahal, keberadaan lembaga tersebut merupakan amanat  Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2014 tentang Perasuransian.

“Kami memohon kepada Presiden agar turun tangan langsung menyelesaikan permasalahan Jiwasraya. Agar anak-anak kami bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi. Sesuai cita-cita yang mereka inginkan,” pungkasnya.

Editor: Redaksi Analisa

Related Articles

Back to top button
Close