Stok Darah Menipis, PMI Samarinda Perlu 200 Pendonor

23 June 2020, 01:13

SAMARINDA, analisanews.co – Dalam rangka memperingati Hari Donor Darah Sedunia, Palang Merah Indonesia (PMI) Samarinda mengadakan kegiatan donor darah di komplek Museum Taman Samarendah, Jalan Bhayangkara, Kecamatan Samarinda Ulu.

Kegiatan tersebut sudah berlangsung dua hari sejak Minggu, 21 Juni 2020. Dr Nurul Hidayah kepala Pengelolaan Darah PMI Samarinda mengatakan, pendonoran darah dilakukan lantaran saat ini Samarinda mengalami minim stok darah sejak pandemi covid-19 mewabah di Kota Tepian.

“Semua stok darah menipis, dari awal adanya covid-19 ini, biasanya 80 persen pendapatan darah kami dari donor luar, baik perusahaan ataupun instansi,” ucapnya Senin sore, 22 Juni 2020.

“Pandemi membuat mereka membatalkan kegiatan donor darah, karena adanya protokoler dari pemerintah. Untuk memenuhi kebutuhan itu, salah satu dengan membuka di sini,” tambahnya. 

Dua hari dibukanya donor darah, PMI menargetkan 200 pendonor. Namun target tersebut belum terpenuhi sampai saat ini. Untuk meningkatkan antusias calon pendonor, PMI memberikan sembako. “Targetnya 200, Kemarin 125 orang, hari kedua 49 orang,” ucapnya.

Dari semua pendonor, PMI paling banyak menerima golongan darah O. Sedangkan dalam kegiatan ini, pihaknya sangat membutuhkan merata seluruh golongan darah.

Ia menjelaskan, calon pendonor tak bisa asal mendonorkan darah mereka. PMI lebih dulu mengecek kesehatan sang pendonor. Terlebih, lantaran pandemi, yang perlu diwaspadai adalah riwayat perjalanan si pendonor.

Untuk menghindari penularan covid-19, PMI akan menolak apabila sang pendonor memiliki riwayat bepergian dari daerah yang mengalami transmisi lokal. “Banyak yang ditolak karena tidak masuk kriteria,” pungkasnya.

Seperti diketahui, peringatan hari donor darah sedunia diperingati sejak tahun 2005 pada tanggal 14 Juni, bertepatan dengan hari kelahiran Karl Landsteiner pada 14 Juni 1868, ilmuwan yang memenangkan hadiah Nobel atas penemuan sistem golongan darah, A, B, AB, O. (*)

Reporter: Nina
Editor: Ricardo

Tags

Related Articles

Back to top button
Close