Sony Berikan Kesaksian Berbelit-belit, Tidak Sesuai BAP

31 March 2021, 21:16

SURABAYA, analisanews.co – Sony Handoko kini dihadirkan menjadi saksi dalam persidangan, Senin (29/3) lalu. Ia dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Winarko. Saksi ini merupakan kakak kandung terdakwa David Handoko dalam kasus penipuan penjualan properti di Sidoarjo senilai Rp 50 miliar.

Dalam persidangan, ia sempat mengelak kalau uang yang masuk ke rekening PT Alfa Graha Sentosa (AGS) bukan dari Anna. Ia juga mengklaim mengetahui seluruh aliran dana di PT AGS. Bahkan ia mengakui kalau uang korban Anna Prayogo dan Yacob Prayogo belum dikembalikan.

“Saya yang mengatur semua. Karena saya tahu semua aliran dananya,  istilahnya supervisor. Tidak ada uang saudara Anna,” kata Sony saat memberikan keterangan di ruang Garuda 1, PN Surabaya.

Keterangan tersebut sempat berubah. Ia mengatakan kalau korban Anna hanya menyetorkan uang sebanyak Rp 1 miliar. Tapi sudah dikembalikan. Sayangnya ia tidak bisa menunjukkan bukti pengiriman pengembalian uang tersebut kepada majelis hakim.

“Menurut David sudah dikembalikan ke Anna. Kalau buktinya saya tidak tahu. Saya hanya menjalankan mutasi internal saja. Sedangkan untuk urusan uang Anna sama David yang tahu. Saya tidak pernah diberitahu,” jelasnya.

Keterangan Sony ini rupanya berbeda dengan keterangan yang ditulis dalam berkas Berita Acara Penyidikan (BAP). Dalam BAP tersebut, ia menyatakan kalau dirinya mengetahui kalau uang kedua terdakwa belum dikembalikan.

“Yang benar memang di BAP. Saya tahunya memang belum dikembalikan. Kalau yang saya sampaikan di persidangan sudah dikembalikan itu menurut David,” katanya lagi dengan suara pelan.

Berkali-kali saksi memberikan keterangan yang tidak sesuai dengan hasil BAP. Namun, beberapa kali juga Ketua Majelis Hakim Widhiarti terus mempertanyakan kebenaran penjelasan saksi dalam berkas BAP di penyidik.

Sementara itu, ahli akuntan publik independen Andri yang juga dihadirkan JPU dalam persidangan tersebut mengungkapkan kalau dirinya diminta Polda Jatim untuk melakukan audit rekening pelapor, terlapor dan PT AGS serta PT Handoko Putra Jaya.

“Dari audit yang kami lakukan, ada aliran dana yang masuk dari Anna dan Yakob ke PT AGS, David Handoko dan PT HPJ Rp 50 miliar. Sedangkan dari PT AGS, David Handoko dan PT HPJ ke Anna ada lebih kurang Rp 24 miliar. Jadi ada yang belum dikembalikan sebesar lebih kurang Rp 25 miliar,” kata Andri.

Angka tersebut didapat dari slip setoran dan rekening koran. Mendengar penjelasan saksi, terdakwa keberatan. Ia mengaku, jika ada cek yang dicairkan tetapi tidak dapat dibukukan dalam rekening koran. “Saya keberatan Yang Mulia,” celetuknya.

Usai sidang, pengacara David, Yudi Prabowo keberatan dengan kesaksian Sony. Menurutnya, kliennya tidak pernah memerintahkan Sony untuk melakukan mutasi internal. Mutasi itu atas inisiatif Sony sendiri. “Sony itu yang mengatur sendiri. Dia ingin membela adiknya, tetapi tidak ngerti aturan hukum,” ungkapnya.

Diwaktu yang berbeda, Jaksa Winarko mengungkapkan kalau persidangan selanjutnya ia akan menghadirkan mantan karyawan terdakwa. Yaitu Anne Rizkywanti. Dia dihadirkan karena dari di rekeningnya terdapat aliran dana dari terdakwa.

“Sehingga dalam keterangannya yang akan datang dapat menjelaskan sehubungan adanya  aliran dana ke rekeningnya. Jumlahnya lumayan besar,” katanya saat ditemui media ini, di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Rabu (31/3).

Editor: Redaksi Analisa

Tags

Related Articles

Back to top button
Close