Tekan Enter untuk mencari

Kamis, 9 April 2026

Rusdiansyah Aras Siapkan Transisi Kepemimpinan KONI Kaltim Jelang Purnatugas

Redaksi
Diterbitkan Kamis, 1 Januari 2026 21:28 WITA
Ketua KONI Kaltim, Rusdiansyah Aras. (konikaltim)
Ketua KONI Kaltim, Rusdiansyah Aras. (konikaltim)

SAMARINDA – Menjelang berakhirnya masa baktinya pada 2026, Ketua Umum KONI Kalimantan Timur (Kaltim), Rusdiansyah Aras, mulai menata proses transisi kepemimpinan organisasi olahraga tertinggi di Bumi Etam.

Langkah ini dilakukan demi memastikan kesinambungan pembinaan atlet tetap berjalan stabil, sekaligus mempersiapkan fondasi kuat menuju target besar PON 2028.

Rusdiansyah menegaskan bahwa masa akhir kepemimpinannya bukanlah fase melepas tanggung jawab, melainkan momentum menjaga stabilitas organisasi agar tetap solid menghadapi tantangan ke depan.

Ia mengibaratkan KONI Kaltim sebagai sebuah kapal besar yang harus berlabuh dengan aman setelah berlayar melewati berbagai dinamika.

Keberhasilan sebuah organisasi, menurut Rusdiansyah, tidak hanya diukur dari prestasi semata, tetapi juga dari kekuatan internal yang terjaga.

Loyalitas para pengurus menjadi fondasi utama dalam menjaga marwah KONI Kaltim selama ia memimpin.

“Saya bersyukur, meski kapal ini menerjang ombak besar, hampir seluruh ABK tetap setia di posisinya. Soliditas kita mencapai 99,9 persen. Kita tetap satu komando hingga akhir dermaga,” ujarnya, dilansir dari konikaltim.co.

Secara terbuka, Rusdiansyah mengakui bahwa target menembus lima besar pada PON XXI 2024 Aceh-Sumatra Utara belum tercapai.

Kaltim harus puas berada di peringkat kedelapan.

Namun, di balik posisi tersebut, tersimpan capaian yang justru menunjukkan kemajuan signifikan.

Pada PON 2024, Kaltim meraih total 154 medali, terdiri dari 30 emas, 55 perak, dan 69 perunggu.

Angka ini meningkat signifikan dibanding PON 2021 Papua yang menghasilkan 100 medali (25 emas, 33 perak, 42 perunggu).

Artinya, terjadi lonjakan capaian sebesar 54 persen.

Bahkan, raihan tersebut melampaui perolehan saat Kaltim finis di lima besar PON 2016 Jawa Barat dengan total 138 medali.

Fakta ini menegaskan bahwa pembinaan olahraga di Kaltim menunjukkan kemajuan kompetitif secara nasional.

Keputusan Rusdiansyah untuk tidak melanjutkan kepemimpinan pada periode berikutnya disebut sebagai bagian dari regenerasi yang terencana.

Ia ingin membuka ruang bagi figur-figur muda untuk menjawab tantangan Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, yang menargetkan Kaltim menembus tiga besar nasional pada PON 2028.

Sebagai bentuk tanggung jawab akhir masa jabatan, Rusdiansyah telah menyiapkan dua instrumen penting, yakni program kerja 2026 guna menjamin kesinambungan pembinaan, serta peta jalan (road map) menuju PON 2028 yang berfokus pada penguatan cabang olahraga unggulan dan penerapan sport science.

“Saya ingin melakukan soft landing tanpa turbulensi. Masih banyak figur muda yang layak. Saya tinggalkan cetak biru (blueprint) prestasi ini agar kepengurusan berikutnya memiliki fondasi kokoh untuk melompat ke tiga besar,” tegas Rusdiansyah.

Salah satu pencapaian penting yang ditinggalkan adalah keberhasilan Kaltim menembus lima besar nasional pada ajang PON Bela Diri.

Capaian ini menempatkan Kaltim sejajar dengan provinsi-provinsi kuat di Pulau Jawa dan menjadi modal strategis dalam memetakan potensi lumbung emas ke depan.

Dengan pendekatan yang tenang dan visioner, Rusdiansyah Aras berharap semangat “Satu Komando” tetap hidup di tubuh KONI Kaltim.

Transisi kepemimpinan yang damai dan terencana menjadi warisan penting bagi keberlanjutan prestasi olahraga Kaltim.

Bagikan
berita terkait