Polisi Hadirkan Pelaku Tunggal, Ungkap Pembunuhan Bermotif Balas Dendam

14 April 2021, 22:00

Samarinda, AnalisaNews.co – Polresta Samarinda akhirnya menunjukan pelaku tunggal pembunuhan dibalik bentrokan antar dua kelompok yang terjadi di Kecamatan Palaran, Samarinda pada Sabtu (10/4/2021) lalu. Dalam rilisnya, Kapolresta Samarinda Kombes Pol Arief Budiman mengungkapkan motif hingga rentetan peristiwa berdarah yang mengakibatkan tewasnya warga Handil Bakti, bernama Burhanuddin.

Pria 52 tahun itu merenggang nyawa akibat menerima tembakan senjata rakitan penabur tepat di dahinya. Serta mengalami luka tebasan di lehernya. Disampaikan oleh Kombespol Arif, bahwa sebelumnya beberapa kelompok yang diduga adalah warga itu, sempat melakukan  pembakaran pondok yang didirikan oleh Kelompok Tani Empang Jaya Swadiri.

Hal tersebut diketahui menjadi penyebab penyerangan kepada kelompok warga Handil Bakti pada Sabtu (10/4/2021) lalu di Jalan Pakang RT 01 Kelurahan Handil Bakti Kecamatan Palaran. “Pelaku yang berinisial AR (Ardinason) ini menggunakan senjata rakitan, jenis penabur. Sehingga, 7 orang menjadi korban, satu diantaranya meninggal dunia, sedangkan enam lainnya masih dirawat di rumah sakit,” Ungkap Arif kepada awak media di Mapolresta Samarinda, Rabu (14/4/2021).

Dalam keterangannya, terpancingnya emosi pelaku adalah ketika pondok yang didirikan pelaku di bakar sehingga membuat pelaku geram dan menembakan peluru jenis gotri dari senjata jenis tabur. “Perlu di ketahui, pemicu penyerangan ini karena, dari warga membakar pondok yang didirikan oleh pelaku, sehingga pelaku ini menembakkan peluru jenis gotri dari senjata jenis penabur,” tambahnya.

Lanjutnya Kapolres juga mengatakan hingga saat ini pihaknya masih mendalami beberapa hal terkait dengan kepemilikan lahan sengketa itu. “Karena, ada beberapa versi, baik dari kelompok tani maupun warga Handil Bakti ini,” terangnya.

Saat ditanya mengenai para pelaku yang lain, Kombes Pol Arif mengaku masih melakukan penyelidikan mendalam, apakah ada keterlibatan dari pihak lain atau tidak. “Ya, sejauh ini belum ada yang terbukti, tetapi kalau memang ada yang terlibat, pasti kami tahan. Dan memang pelaku AN ini pelaku tunggal yang melakukan penembakan terhadap korban (Burhanuddin), serta menebas leher korban dengan parang hingga tewas di tempat,” tuturnya.

Mantan Ajudan Wakil Presiden Jusuf Kalla itu menyampaikan, bahwa pelaku dikenakan pasal 340 KUHP dan pasal 338 KUHP dengan ancaman  hukuman pidana maksimal seumur hidup. Situasi di tempat kejadian perkara (TKP), kata Arif masih kondusif. Pihaknya pun masih rutin melakukan patroli secara mobile. “Sebagai langkah untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan,” pungkasnya.

Sementara itu, Ardinason pelaku tunggal pembunuhan Burhanuddin,  mengaku menyesal atas tindakannya itu. Didampingi Kapolresta Samarinda, Ardinason bercerita awal mula ia dan kelompok warga Handil Bakti terlibat kerusuhan. Saat itu ia mendengar kabar, bahwa ada kelompok warga sedang menuju ke lokasi tanah yang diklaim milik kelompok tani Empang Jaya. Mereka disebut Ardinason telah membakar pondok yang pihaknya dirikan di tanah itu.

“Saya sedang di jalan PM Noor dihubungi via WhatsApp ada kelompok yang melakukan pembakaran pondok,” kata AR.

Mengetahui itu adalah kelompok warga, Ardinason sempat pulang ke rumah untuk mengambil senjata rakitan jenis penabur. Usai itu, ia bergegas menemui kelompok warga di tanah sengketa itu. Ardinason sempat meneriakkan peringatan kepada warga untuk pulang. Namun, lanjut Ardinason kelompok warga tersebut menyerangnya.

Lengan Ardinason sempat terkena sabetan benda tajam dari kelompok warga. Ia pun mundur sejenak sembari mengisi peluru senjatanya, dan kembali memberi peringatan kepada kelompok tersebut. “Kalau tidak bubar saya tembak,” ucap Ardinason menirukan kembali ucapannya saat kejadian.

Ardinason lantas menembakkan senjatanya ke arah kelompok warga hingga mereka kocar kacir. Dan tersisa beberapa orang saja yang masih menantang Ardinason. Termasuk korban, Burhanuddin. Melihat sisa-sisa kelompok warga mengayunkan senjata tajam, emosi Ardinason semakin memuncak. Ia lantas melepaskan kembali tembakan hingga tiga orang tersungkur.

Ardinason sempat mengejar warga lain yang berusaha kabur. Namun perhatian dia akhirnya tertuju pada Burhanuddin. Dengan nada emosi, ia pun membunuh korban dengan tragis. Parang yang digunakannya membunuh korban, akhirnya dilempar sekira lima meter dari korban. Ardianson mengaku nekat melakukan aksi pembunuhan karena motif dendam kepada Burhanuddin.

Kurang dari 24 jam, AR berhasil dibekuk kepolisian. Tersangka ditangkap oleh pihak kepolisian di jalan KH. Wahid Hasyim Samarinda, tepatnya di sebuah rumah kontrakan atau bangsalan.

“Karena saya melakukan ini pasti ada sebab. Penyesalan secara manusia pasti ada, tapi karena sudah terjadi ya harus dijalani. Biarlah hukum yang menilainya. Saya juga tidak menginginkan hal seperti ini, saya lakukan dengan keadaan terpaksa,” kata AR.

Terkait klaim soal tanah tersebut, tersangka AR membantahnya. Ia dan kelompok tani mengaku tidak pernah menjual tanah. Pihaknya pun membantah tidak menyerobot tanah warga. “Kami hanya menggarap dan tidak pernah menyerobot (tanah) warga. Warga yang mana? Kami juga warga Handil Bakti,” pungkasnya. (Tim Redaksi Analisa)

Tags

Related Articles

Back to top button
Close