Polisi Berupaya Mengungkap Misteri Kematian Andika Akibat Kecelakaan Tunggal Dengan Luka Tikaman

25 February 2021, 09:04

Samarinda, AnalisaNews.co – Selasa 23 Februari lalu, telah terjadi peristiwa kecelakaan tunggal hingga menewaskan seorang pengendara bermotor. Korbannya bernama Andika Prasetya (21). Dia ditemukan meregang nyawa dengan kondisi bersimbah darah. Peristiwa itu terjadi dibilangan Jalan S Parman, Kecamatan Samarinda Ulu, sekitar pukul 03.00 WITA.

Belakangan, ditemukan suatu keganjilan dibalik kematian pemuda 21 tahun tersebut. Pasalnya terdapat sejumlah luka yang menganga. Seperti bekas tikaman dari senjata tajam. Temuan itu kini menjadi misteri dan sorotan bagi aparat kepolisian.

Berangkat dari temuan itu, Unit Inafis Satreskrim Polresta Samarinda dibantu Unit Laka Lantas dan Polsek Samarinda Ulu, langsung menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP), pada Selasa (23/2/2021) lalu.

Kejanggalan itu bermuara pada luka menganga yang terdapat di pundak kiri mendekati pangkal leher korban. Luka dengan empat sentimeter itu menyerupai bekas tikaman senjata tajam. Namun polisi belum memiliki bukti kuat, penyebab tewasnya Andika akibat adanya unsur tindak pidana.

“Keterangan dari dokter forensik, luka sepanjang itu kemungkinan akibat benda saat jatuh ketika benturan dan bukan menjadi penyebab kematian. Karena tidak sampai ke arteri dalam. Tapi diduga penyebab kematian kemungkinan karena benturan di kepala, karena dilihat dari darah yang keluar dari telinga korban,” ungkap Yuliansyah, Rabu (24/2/2021).

Untuk diketahui, saat kejadian Andika bersama rekannya, Nasrum (25) sempat mengikuti acara ulang tahun rekannya di salah satu Tempat Hiburan Malam (THM). Namun saat dalam perjalanan pulang, keduanya mengalami kecelakaan pada pukul 03.00 Wita.

Motor sport bermesin 250CC dengan nopol KT 2626 OY yang ditunggangi Nasrum menghantam median tengah Jalan S Parman saat berbelok arah kanan dari Jalan DR Soetomo. Motor yang oleng ke arah kiri membuat tubuh Andika terguling diatas aspal.

Namun Nasrum baru menyadari kalau rekannya itu terjatuh, setelah kuda besinya terseret sejauh 10 meter. Andika pun segera dilarikan menuju RSUD AW Sjahranie dan sempat mendapatkan perawatn medis. Namun Andika tak berhasil diselamatkan. Dia dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 06.00 Wita.

Guna mengungkap teka-teki luka pada bahu korban, pihak kepolisian pada Selasa (23/2/2021) malam melakukan penyelidikan di ruas jalan Kota Tepian. Rekonstruksi itu digelar berdasarkan keterangan dari Nasrum sebagai saksi kunci.

“Selasa malam anggota rekon sampai tengah malam. Mulai dari awal tempat kejadian (THM) sampai lokasi akhir korban ditemukan terlibat kecelakaan. Tapi belum ada temuan baru,” jelasnya.

Temuan baru yang dimaksud mantan Kapolsek Samarinda Kota ini, ialah terkait petunjuk yang menjurus ke arah unsur pidana. “Saksi juga belum ada tambahan,” kata Yuliansyah lagi.

Upaya untuk mencari tahu lebih jelas terkait luka sejatinya telah diusahakan melalui proses otopsi. Hanya saja pihak keluarga korban menolak. “Yah itu saja kendalanya, karena hasilnya dari visum luar saja. Keluarga korban sudah menyertakan surat penolakan otopsi,” imbuhnya.

Meski telah mendapatkan hasil visum, Korps Bhayangkara masih tetap mencari tahu adanya indikasi pidana. Termasuk mencari keterangan sejumlah saksi dari THM, tempat terakhir korban berkunjung. “Kalaupun masyarakat ada punya informasi, pasti akan kami tindaklanjuti,” pungkasnya. (Tim Redaksi Analisa)

Tags

Related Articles

Back to top button
Close