PinjamKan dan Teman Prima Berikan Edukasi Finansial Teknologi P2P Lending sebagai Solusi Keuangan dimasa Pandemi

20 November 2020, 13:11

Banjarmasin, analisanews.co – Dewan Nasional Keuangan Inklusif (DKNI) menargetkan 75 persen inklusi keuangan. Hanta saja, sampai saat ini capaian target bafu 49 persen.

Inklusi keuangan itu, ditargetkan untuk menyasar masyarakat yang berada di piramida ekonomi terbawah. Hadirnya finansial teknologi (fintech) diharapkan dapat menjadi alternatif solusi untuk membantu mencapai target inklusi keuangan tadi.

“Kami berupaya mendorong konsistensi inklusi keuangan di tengah pandemi global yang saat ini dialami banyak negara termasuk Indonesia,” kata Co Founder and COO PinjamKan, Anrian Tamba, Kamis (19/11/2020).

Ada beberapa platform fintech P2P lending terdaftar dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Salah satunya PT Gerakan Digital Akselerasi Indonesia (PinjamKan) dan PT Prima Fintech Indonesia (Teman Prima).

Platform ini menyelenggarakan talk show dengan mahasiswa STIE Indonesia Banjarmasin. Tentu dengan metode daring. Mereka mau mengenalkan industri fintech peer-to-peer lending.

Serta pemahaman inovasi yang dilakukan fintech untuk tetap mendorong inklusi keuangan selama masa pandemi.

“Kami berharap adanya kehadiran industri fintech P2P lending, mampu meningkatkan pengetahuan terkait layanan keuangan berbasis digital dan membuka akses finansial yang lebih luas untuk masyarakat Kalimantan, khususnya Banjarmasin,” jelasnya.

Menurut data OJK, bisnis pinjaman P2P lending telah mencapai Rp 128,7 triliun hingga kuartal III 2020. Nilai itu tumbuh dari posisi tahun lalu hanya Rp 44,8 triliun.

Hal ini membuktikan bahwa industri P2P lending turut mendorong dan menggerakkan perekonomian negara seiring dengan pertumbuhannya yang signifikan.

Kenaikan pesat penyaluran pinjaman P2P lending ini tak lepas dari peningkatan jumlah akun peminjam (borrower) dan pemberi pinjaman (lender), dengan pengguna aktif rentang usia produktif 19-34 tahun.

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian berharap stakeholders terkait mampu menjaga tren pertumbuhan positif ini, sehingga industri fintech P2P lending ke depan terus bisa berinovasi dalam memberikan layanan keuangan terhadap masyarakat.

Sementara itu, Operational and PR Manager Teman Prima Arif Lukman Hakim menambahkan, adanya edukasi daring ini, mereka bermimpi agar masyarakat Kalimantan dapat memanfaatkan layanan produk P2P lending untuk kebutuhan dalam menghadapi masa pandemi dan tetap waspada terhadap fintech ilegal.

“Semoga ini bermanfaat untuk masyarakat Kalimantan. Khususnya Kalimantan Selatan,” celetuknya.

Acara yang dihadiri oleh ratusan mahasiswa STIE Indonesia Banjarmasin ini menjadi bukti nyata bahwa masyarakat antusisas menyambut menyambut kehadiran berbagai inovasi produk dalam bidang keuangan digital untuk memenuhi kebutuhan dimasa pandemi serta mencapai target inklusi keuangan.

Editor: Redaksi AnalisaNews

Tags

Related Articles

Back to top button
Close