Pemuda Lintas Agama Kaltim Mengutuk Keras Bom Makassar

29 March 2021, 09:35

SAMARINDA, analisanews.coDPD Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Kaltim, menyayangkan kejadian bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar, Minggu (28/3), pukul 10.28 Wita. Pasalnya, akibat kejadian tersebut, delapan orang menjadi korban.

Satu diantaranya merupakan penjaga keamanan gereja yang sempat melarang pelaku masuk ke dalam gereja. Akibat kejadian tersebut, DPD GAMKI Kaltim menginisiasi pertemuan bersama Pemuda Katolik bersama Pimpinan Wilayah (PW) Gerakan pemuda (GP) Ansor Kaltim untuk merajut persatuan.

“Termasuk mendiskusikan semua hal menyangkut kepemudaan di Kaltim. Juga soal persiapan kita menyambut IKN (Ibu Kota Negara),” kata Ketua DPD GAMKI Kaltim Nixon Butarbutar kepada media ini, Senin (29/3).

Di waktu yang sama, Sekretaris DPD GAMKI Kaltim Daniel Sihotang mengucapkan turut berdukacita atas kejadian tersebut. Ia berharap kejadian serupa tidak terjadi lagi. Ia mengajak kepada seluruh warga Bumi Etam untuk tetap menjaga kesatuan dan persatuan negara.

“Kita jangan sampai terprovokasi dengan bentuk apa pun. Mari kita jaga perdamaian. Jangan biarkan Indonesia dipecah belah dengan oknum-oknum yang tidak senang dengan persatuan Indonesia. Bhineka Tunggal Ika. Itulah semboyan kami,” celetuknya dengan nada tinggi.

Sementara itu, Sekretaris Pemuda Katolik Komisariat Daerah (Komda) Kaltim, Marianna Tukan mengecam keras aksi teror bom bunuh diri yang terjadi di areal Gereja Katedral. Menurut dia, persoalan tersebut jangan dianggap sepele oleh pemerintah.

Karena itu, secara tegas ia meminta kepada Kapolri RI Jendral Polisi Listyo Sigit Prabowo, untuk mengusut tuntas pelaku dan gerbongnya. Dia tidak mau kejadian serupa terjadi di daerah lain. Kejadian ini rentan terjadinya adu domba antar umat beragama.

“Tapi kita yakin Kaltim pasti akan aman-aman saja. Tentunya dengan dukungan segenap masyarakat. Yang jelas, kita belajar dari kejadian ini. Juga aparat kepolisian agar bisa mengusut tuntas aktor utamanya. Biar kejadian ini tidak terus-terusan berulang di kemudian hari,” kata Marianna.

Dia juga meminta agar pemerintah harus bisa hadir di tengah masyarakat untuk memberikan rasa aman. Termasuk rasa aman bagi umat Kristiani yang akan memasuki perayaan Paskah. Apalagi kebebasan menjalankan ajaran agama dijamin dengan Undang-Undang. Karena itu, jaminan rasa aman harus diberikan selama umat menjalankan peribadatan saat Paskah nanti.

Ia lantas memberikan pesan agar anggota Pemuda Katolik Kaltim jangan ada yang sampai terprovokasi. “Kita juga tidak perlu takut, tapi tetap saja kita harus bisa menjadi agen untuk menyampaikan pesan-pesan damai dan yang menyejukkan,” tandasnya.

Ketua PW GP Ansor Kaltim Fajri Alfarobi mengucapkan turut berbelasungkawa atas kejadian bom bunuh diri tersebut. Menurut ia, peristiwa ini sangat mengganggu suasana kebatinan umat Kristiani yang akan merayakan Paskah dalam waktu dekat.

Ia mengaku sangat menyayangkan peristiwa tersebut. Di Kaltim sendiri, sudah pernah terjadi bom gereja. Terjadi di Gereja Oikumene, Samarinda Seberang, pada Desember 2016 silam. Saat itu, korbannya semua anak kecil.

Karena itu, ia menganggap, kejadian tersebut sudah terdesain secara sistematis dengan melibatkan banyak pihak. Karena itu, harus diungkap aktor belakang layar yang menjadi otak di balik peristiwa ini.

“Kami juga mengimbau warga agar tidak perlu takut. Termasuk umat Kristiani yang akan beribadah selama Paskah. Kami akan berlakukan yang sama seperti saat perayaan Natal sebelum-sebelumnya,” ungkapnya.

“GP Ansor bersama Banser NU akan ikut berjaga di gereja selama Paskah untuk membantu aparat kepolisian. Kami akan melawan siapapun yang mau mengganggu kenyamanan suasana batin orang lain,” katanya lagi dengan tegas.

Editor: Redaksi Analisa

Tags

Related Articles

Back to top button
Close