Pasien Skizofrenia Meninggal Dunia Berstatus Probabel Covid-19

16 July 2020, 05:37

SAMARINDA, analisanews.co – Seorang pasien pengidap gangguan jiwa skizofrenia yang tengah dirawat di Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) Atma Husada Mahakam, Jalan Kakap, Kelurahan Sungai Dama, Kecamatan Samarinda Ilir, dikabarkan meninggal dunia setelah dinyatakan probabel atau diduga kuat positif Covid-19.

Pasien dikabarakan meninggal dunia pada Rabu dini hari, 15 Juli 2020 pukul 02.50 Wita. Pasien laki-laki berusia 49 tahun itu menjalani perawatan medis sejak Selasa, 14 Juli 2020.

Keluhannya demam dan sesak nafas. Saat itu pasien diantar keluarga. Pasien sendiri diketahui merupakan pengidap orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).

Pasien mulai menjalani pengobatan sejak 2017 lalu. Husada Mahakam sejak 2017 silam. Sejak mendapatkan penanganan medis, kondisi pasien terus memburuk dan merujuk ke gejala covid-19 hingga perawat harus melakukan rapid test. 

“Rapid test pertama reaktif, karena untuk meyakinkan, kami lakukan lagi dua kali dan hasilnya tetap sama,” terang Wakil Direktur Pelayanan RSJD Atma Husada Mahakam dr Jaya Mualimin. 

Dia menerangkan, setelah mendapati tiga hasil rapid test, Jaya segera berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Samarinda. Gunanya untuk merujuk pasien ke rumah sakit lain. Belum sempat dirujuk kondisi pasien memburuk. Hingga dinyatakan meninggal dunia dengan status probabel covid-19.

Usai dinyatakan meninggal, pihak rumah sakit selanjutnya melakukan tes Immunofluorescence Assay (IFA) kepada jenazah pasien. Hasilnya, sampel yang diuji di Diskes Samarinda itu menujukan hasil positif pukul 06.50 Wita. “Keluarga juga sudah melakukan rapid test dan hasilnya negatif,” sambung Jaya. 

Lanjut Jaya, pasien sempat melakukan rawat jalan pada Agustus 2019 lalu. Diketahui pula bahwa pasien sebelumnya pada Rabu, 8 Juli 2020 lalu sempat menjalani perawatan medis di sebuah rumah sakit swasta di Kota Tepian. 

Terpisah, Ifran, koordinator Kedaruratan Gugus Tugas Covid-19 Samarinda menjelaskan, setelah pasien terkonfirmasi dan memiliki gejala klinis dengan sebutan probabel, maka proses pemakaman akan dilakukan sesuai protokol kesehatan.

Jenazah dimakamkan di di bilangan Jalan Serayu, Kelurahan Tanah Merah, Kecamatan Samarinda Utara. Tim gugus lapangan sendiri bergerak dengan sembilan personel mengenakan alat pelindung diri (APD) lengkap.

Dibantu jajaran TNI/Polri setempat. Setelah proses pemulasaran selesai dilakukan, tim gugus tepatnya pukul 11.20 Wita keluar dari RSJD Atma Husada menuju pemakaman pasien khusus jenazah terkonfirmasi covid-19.

“Karena pasien berstatus probabel covid dan memiliki gejala klinis yang mendekati, makanya dilakukan pemakaman sesuai protokol kesehatan,” singkat Ifran.

Untuk diketahui, sebelum dan setelah proses pemakaman tim gugus selalu melakukan sterilisasi area yang dilalui dengan penyemprotan disinfektan. 

Sementara itu, dikonfirmasi Plt Diskes Samarinda dr Ismed Kusasih mengatakan, hingga saat ini pihaknya masih terus bekerja maksimal untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona dari pasien RSJD Atma Husada Mahakam tersebut.

Terkait kontak erat pasien masih dalam tahap tracing. “Sekarang kami masih melakukan koordinasi dan terus melakukan tracing kontak pasien,” pungkasnya. (*)

Reporter: Nina
Editor: Ricardo

Tags

Related Articles

Back to top button
Close