Pakai Masker Saat Latihan Tak Jamin Bebas Corona

1 May 2020, 20:12

Analisanews.co – Pihak Liga Inggris telah mengizinkan klub-klub peserta untuk menggelar latihan sebelum kompetisi bergulir kembali. Di sesi latihan, para pemain wajib mengenakan masker untuk pencegahan virus corona.

Penggunaan masker saat latihan ini termasuk salah satu poin dalam draf prosedur latihan selama pandemi virus corona. Rancangan proposal itu akan dibahas dalam pertemuan operator kompetisi dengan seluruh klub pada Jumat 1 Mei 2020 waktu setempat.

Dilansir dari cnnindonesia.com, Menurut dr. Andhika Raspati SpKO penggunaan masker saat latihan tidak otomatis membuat pemain-pemain bebas dari serangan virus corona. Hal ini dikarenakan olahraga sepak bola yang identik dengan kontak fisik antarpemain.

Sifat olahraga sepak bola ini yang dianggap Andhika berbeda dengan olahraga bulutangkis atau tenis. Di kedua olahraga itu terdapat jarak antara pemain satu dengan pemain yang lain.

“Penggunaan masker tidak buat orang bebas bersentuhan atau mengabaikan physical distancing. Adu bodi kan kontak berdekatan bahkan menempel. Jadi masker tidak jamin 100 persen tidak bakal tertular,” ucap Andhika kepada CNNIndonesia.com.

Andhika menuturkan efektif atau tidaknya penggunaan masker akan bergantung pada model latihan yang digunakan. Ia menilai penggunaan masker akan tepat jika aturan physical distancing diterapkan.

“Selama latihannya berjarak, seperti latihan melakukan tembakan atau umpan yang menerapkan physical distancing. Latihan agility kalau mau dibuat jarak. Intinya menerapkan physical distancing,” ucap pria yang juga berstatus dokter Timnas Balap Sepeda Indonesia ini.

Dalam pengamatannya, latihan menggunakan masker juga bukan hal yang mudah buat pesepakbola. Hal ini akan membuat seorang pemain tidak bisa bernapas secara sempurna.

Efek dari minimalnya oksigen yang dihirup karena penggunaan masker bisa membuat pesepakbola susah bernapas hingga merasakan pusing.

“Atlet butuh penyesuaian untuk latihan pakai masker. Pakai masker organ pernapasan butuh effort untuk memasukkan oksigen ke tubuh. Diafragma dan otot dada, mereka jadi bekerja lebih keras. Kalau belum dilakukan penyesuaian latihan pakai masker, itu pasti awal-awal akan sulit bernapas. Kalau gerak intens tapi udara atau oksigen yang masuk tidak cukup bisa pusing dan susah bernapas,” ujarnya. (*)

Editor: Ricardo

Tags
Back to top button
Close