Mulai Meresahkan, Dampak Simpang Siurnya Pembangunan IKN

31 March 2021, 19:27

Samarinda, AnalisaNews.co – Tarik ulur pembangunan ibu kota negara (IKN) baru di Kaltim, yang berlokasi di sebagian Penajam Paser Utara (PPU) dan Kutai Kartanegara, kekinian dianggap meresahkan. Ada yang khawatir rencana mega proyek tersebut batal dilakukan. Setelah munculnya kabar, mengenai pembangunan IKN yang baru akan dilangsungkan di 2024. Yakni detik-detik habisnya masa jabatan Jokowi sebagai Presiden.

Dengan demikian akan dapat menghilangkan momentum pembangunan besar-besaran bagi provinsi ini. Ada pula yang tetap optimis, bahwa pembangunan IKN akan tetap berlangsung. Setelah munculnya kabar, akan dilakukan ground breaking atau peletakan batu pertama pembangunan Istana Kepresidenan di April mendatang.

Hal tersebut turut ditanggapi oleh Anggota Komisi III DPRD Kaltim, Muhammad Adam. Menurut Politisi Partai Hanura itu, tarik ulur hingga simpang siur kabar pembangunan IKN baru di Kaltim ini tentu telah membuat keresahan bagi masyarakat Kaltim.

“Tentu ini kan membuat masyarakat Kaltim semakin bingung,” Ungkapnya Selasa (30/3/2021) sore.

Menurut Adam, sapaan karibnya, perlu ada inisiatif dari Pemprov Kaltim maupun DPRD Kaltim, untuk melakukan konfirmasi secara langsung kepada Pemerintah Pusat. Mempertanyakan kejelasan, kapan akan mulai pembangunan IKN yang sebenarnya.

“Masalahnya sekarang ini ada dua versi tentang pembangunan IKN. Sebagian kelompok ada yang pesimis bahwa IKN itu belum akan ada direalisasikan sampai 2024. Dimana berakhirnya masa jabatan presiden Jokowi,” terangnya.

“Kemudian versi kedua, termasuk saya seperti warga Kaltim yang selalu optimis. Yakin, bahwa akan ada groundbreaking dipertengahan 2021 semester pertama ini,” sambungnya.

Menurutnya, sejak kabar peletakan batu pertama pembangunan Istana Kepresidenan dihembuskan oleh Wakil Gubernur Kaltim beberapa waktu. Kini tidak ada kejelasan yang konkrit kelanjutan mengenai kabar tersebut. Pemerintah pusat bahkan terkesan menutup rapat-rapat mengenai kabar tersebut.

“Sehingga lagi-lagi ketika kita konfirmasi pihak yang lain, mereka juga tidak optimis tentang pembangunan ini. Termasuk juga Wakil Gubernur, yang tidak lagi berani menyatakan bahwa tahun ini ada groundbreaking,” ucapnya.

Tidak adanya kepastian ini, membuat keresahan. Pasalnya, sejak isu pembangunan IKN kembali hangat diperbincangkan, sekarang mulai kembali ramai spekulan tanah. “Ini kan meresahkan dan begitu luar biasa. Ini terjadi hanya karena mendengar ada kabar groundbreaking di tahun ini,” terangnya.

Adam mengaku bahwa dirinya sebenarnya juga menaruh harapan, agar groundbreaking benar – benar dilaksanakan. “Paling tidak dimulai dititik nol, yakni Istana Presiden. Sehingga, seluruh hal berkaitan dengan IKN itu, memberikan kepastian kepada kita. Termasuk masyarakat yang ada masuk di ring satu, serta Balikpapan dan Samarinda sebagai penyangga,” imbuhnya.

Legislatif Dapil Balikpapan ini juga menyampaikan, hanya demi menyambut pembangunan IKN. Bahkan kini Pemerintah Kota Balikpapan tengah merencanakan membuat masterplan sebagai kota penyangga. Yang nantinya akan disesuaikan dengan masterplan pembangunan IKN.

Sementara itu, menanggapi infrastruktur Kaltim yang disebut belum siap untuk dimulainya tahap pembangunan IKN. Menurut Adam, Mega proyek ini sekaligus dalam rangka khusus membangun seluruh infrastruktur di Kaltim. Baik itu infrastruktur jalan dan jembatan. Termasuk juga infrastruktur dasar seperti air bersih, listrik dan seluruh tata ruang perencanaan.

“Itu yang akan dibangun secara keseluruhan. Jadi kalau kita dikatakan tidak siap, justru pembangunan itu dalam rangka membangun semua infrastruktur. Baik infrastruktur pendukungnya, maupun infrastruktur utama di kawasan ring I,” jelasnya.

Dia pun mengaku tidak setuju, kalau Kaltim dikatakan belum siap untuk menyambut pembangunan IKN. Sementara Kaltim dalam hal ini telah memiliki infrastruktur pendukung dan hanya perlu dikembangkan.

“Seperti kita yang sudah punya jalan tol, lalu memiliki jembatan pulau balang, ada bandara dua di Kota Penyangga, lalu pelabuhan peti kemas kemudian pelabuhan penumpang. Saya pikir tidak ada alasan. Jadi hanya tinggal dikembangkan,” katanya.

“Bahkan saat ini, pembangunan waduk ternyata sampai sekarang juga masih jalan terus. Ini dibangun untuk mengcover, jika bertambahnya penduduk di IKN. Maka harus tersedia air bersih,” pungkasnya.

Seperti diketahui, pasca ditunjuknya Kaltim sebagai lokasi baru IKN, yang diumumkan oleh Presiden Jokowi pada 26 Agustus 2019. Peletakan batu pertama pembangunannya sempat dijadwalkan pada Oktober 2020 lalu.

Namun akibat Pandemi COVID-19 yang merebak, membuat rencana ini pun bergeser. Bahkan telah disampaikan secara langsung oleh Bapenas Suharso Monoarfa. Melalui akun Instagram miliknya, Senin (15/3/2021) lalu, Suharso mengatakan bahwa tahap pembangunan IKN akan dilakukan secara bertahap di 2024 mendatang.

Hingga kabar teranyar, Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi menyebutkan bahwa agenda peletakan batu pertama akan dilangsungkan di April 2021 mendatang. (Tim Redaksi Analisa)

Tags

Related Articles

Back to top button
Close