Minta Keringanan Hukuman Bagi Dua Mantan Pengasuh PAUD Jannatul Athfal

14 July 2020, 01:54

SAMARINDA, analisanews.co – Tim penasihat hukum dua terdakwa kasus kelalaian hingga menyebabkan kematian pada balita Ahmad Yusuf Gazali (4) meminta keringanan hukuman.

Permintaan keringanan hukuman diminta usai kedua terdakwa, Marlina dan Tri Supramayanti dituntut hukuman empat tahun penjara oleh jaksa penuntut umum. 

Permintaan keringanan tersebut diajukan dalam sidang dengan agenda pembacaan nota pembelaan alias pledoi. Sidang berlangsung secara virtual di Pangadilan Negeri (PN) Samarinda, Senin siang, 13 Juli 2020. Penasihat hukum menyebutkan sejumlah poin pembelaannya.

Di antaranya, terdakwa Marlina terbilang masih muda dan masih harus menyelesaikan pendidikannya. Sementara Tri Supramayanti 

 kini tengah sakit-sakitan di dalam sel tahanan. Selain itu, kedua terdakwa juga sebelumnya tidak pernah terjerat kasus pidana apapun. 

Kasus yang menjerat keduanya disebut sebagai kelalaian. Hilangnya nyawa anak pasangan dari Bambang Sulistyo dan Melisari, bukanlah atas tindakan yang dilakukan kedua terdakwa secara sengaja.

“Terdakwa Marlina ini masih muda dan punya masa depan. Terdakwa juga masih kuliah. Harap menjadi salah satu pertimbangannya itu,” ungkap Rudi Pasaribu penasihat hukum terdakwa saat diwawancara usai persidangan.

Lanjutnya, poin-poin yang disampaikan dalam persidangan tersebut, seharusnya hukuman yang diberikan dapat dikurangi. Mengingat terdakwa hanya terjerat pasal kelalaian. 

“Empat tahun itu cukup berat, di pasal 359 itu ‘kan terkait kelalaian. Itu hal yang umum sebenarnya. Untuk kelalaian tuntutan hukuman terlalu l tinggi,” terangnya.

Usai penyampaian pembelaan dari Kuasa Hukum Terdakwa, sidang ditutup dan akan dilanjutkan pada Kamis, 16 Juli 202 mendatang. Dengan agenda putusan atau vonis dari majelis hakim.

Besaran tuntutan yang dibacakan terhadap terdakwa Marlina dan Tri Suprana Yanti, lantaran keduanya dianggap terbukti lalai dalam bertugas mengasuh anak didiknya. 

Kelalaian yang dimaksud adalah lantaran keduanya mengetahui dan membiarkan pintu ruangan dalam keadaan terbuka. Yang tentunya telah melanggar prosedur.

Hingga menyebabkan hilangnya nyawa Ahmad Yusuf Gazali, anak dari pasangan Bambang Sulistyo dan Melisari. Tuntutan yang diberikan JPU juga merupakan hasil pertimbangan dari keterangan para saksi yang dihadirkan selama berjalannya persidangan.

Selain itu, kedua terdakwa juga tak ada mengelak atas keterangan yang diberikan para saksi. Atas pertimbangan itulah, JPU menjerat Marlina dan Tri Supramayanti dengan pasal 359 ayat 1 juncto pasal 55 ayat 1. 

Dalam fakta persidangan, terungkap pula kronologi detik-detik hilangnya Ahmad Yusuf Gazali dari lingkungan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Jannatul Athfaal, di Jalan AW Sjahranie, Kelurahan Gunung Kelua, Kecamatan Samarinda Ulu, yang terjadi pada Jumat, 22 November 2019 lalu.

Unsur kelalaian itu, terjadi saat Marlina dan Tri tengah menjaga tujuh anak asuhnya. Terdiri dari tiga bayi dan empat balita, satu diantaranya adalah Yusuf.  

Petaka itu bermula saat Marlina meminta izin kepada tri untuk pergi ke toilet. Usai pamit, Marlina yang bergegas pergi meninggalkan ruangan, tak sempat menutup pintu.

Hanya selang dua menit, setelah kembali dari toilet, Marlina merasa bahwa anak asuhnya sudah tidak lengkap. Marlina lekas tesadar, Yusuf tak ada didalam ruangan itu.

Ia lantas bertanya kepada Tri yang tengah memberi susu pada salah satu bayi. Sadar Yusuf tidak berada didalam ruangan, kedua pengasuh itu lalu berkeliling mencari dan bertanya kepada rekanannya yang lain.

Terdakwa Tri Supramayanti turut menyampaikan kisah yang sama. Saat Yusuf dititipkan Marlina yang hendak pergi ke toilet, pintu dalam keadaan terbuka namun tak sempat ia tutup.

Ia baru sadar jikalau Yusuf tak ada didalam ruangan ketika Marlina balik dari toilet dan bertanya kepadanya. Saat pencarian dilakukan bersama rekanan pengasuh lainnya.

Yusuf nihil ditemukan. Pihak PAUD Jannatul Athfal kemudian menghubungi Melisari. Menyampaikan bahwa anaknya hilang. Malam harinya, Bambang dan Melisari melaporkan kejadian itu kepolisian. 

Setelah dua pekan Yusuf dinyatakan menghilang misterius. Jasadnya ditemukan dengan kondisi mengenaskan. Balita Yusuf dapati dengan tubuh hancur tanpa kepala di saluran air kawasan Gang II Jalan Pangeran Antasari, Teluk Lerong Ilir, Samarinda Ulu. 

Marlina dan Tri Supramayanti dianggap yang paling bertanggung jawab atas kejadian tersebut. Dari kronologis yang disampaikan kedua terdakwa, keduanya dianggap telah memenuhi unsur tindak pidana kelalaian dan dijerat dengan pasal 359 KUHP. 

Hal itu juga selajur dengan standar operasional mendidik yang diterapkan Yayasan PAUD Jannatul Athfaal. Keduanya telah melanggar dua point peraturan yang berlaku.

Diantaranya, tidak menutup pintu ruangan saat sedang berkegiatan serta tidak menjaga atau pun mengarahkan anak didik yang menjadi kewajiban pengasuh. (*)

Reporter: Nina
Editor: Ricardo

Tags

Related Articles

Back to top button
Close