Meski Pembangunan IKN Tertunda, Warga Kaltim Tetap Tak Akan Merugi

18 March 2021, 19:09

Samarinda, AnalisaNews.co – Pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) di Kalimantan Timur dikabarkan akan tertunda. Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Suharso Monoarfa, melalui postingan di akun Instagram miliknya.

Disampaikan, bahwa pemindahan IKN baru akan dilakukan secara bertahap dan mulai dilaksanakan pembangunannya pada 2024 mendatang. Suharso juga menyebutkan alasan tertundanya pembangunan IKN baru di Kaltim. Lantaran saat ini Pemerintah Pusat sedang fokus menanggulangi pandemi Covid-19 dan memulihkan ekonomi.

“IKN baru ini kita memiliki harapan besar. Kita mengharapkan hadirnya pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru, menciptakan jutaan lapangan kerja dan kesejahteraan,” jelas Suharso melalui akun Instagram miliknya @suharsomonoarfa pada Senin (15/3/2021) lalu.

Tertundanya pembangunan IKN di 2024, ditanggapi santai oleh Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaltim, Muhammad Samsun. Dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Kamis (18/3/2021) siang, Politisi PDIP itu menyatakan bahwa mundurnya pembangunan IKN tidak berpenghuni bagi warga Kaltim.

“Saya pikir mundurnya pembangunan IKN tidak akan berpengaruh apa-apa buat kita (warga Kaltim),” Ungkapnya.

Lebih lanjut Samsun mengatakan, bahkan sejak awal rencana pemindahan IKN di Kaltim tidak ada merugikan pihak manapun. Begitu pula dengan penundaan pembangunannya.

Sebagai bagian dari NKRI, Kaltim tentunya harus siap dan menerima ketika rencana mega proyek itu akan berlangsung di Kaltim. Sehingga menurutnya tidak perlu ada yang merasa dirugikan atas penundaan pembangunan IKN.

“Saya sering mengatakan begini, kita inikan sebelumnya sedang duduk manis. Tiba-tiba datanglah Pemerintah pusat untuk mau menitip IKN di Kaltim. Ya kita sebagai warga bagian NKRI tentu harus menerima,” terangnya.

“Dan kemudian hari ini ditunda, ya terserah dengan yang punya hajat saja. Mau ditunda silahkan, dilanjutkan ya juga dipersilahkan,” sambungnya.

Samsun buru-buru menjelaskan maksud dari perkataanya tersebut. Bahwa pemindahan dan pembangunan IKN ke Kaltim sejatinya bukanlah hajatan milik Pemerintah Provinsi Kaltim.

Walaupun mesti ada yang merasa dirugikan dengan penundaan pembangunan IKN ini, namun menurutnya hal itu hanya dirasakan bagi para Investor. Namun bukan untuk warga Kaltim.

“Emang ada rugi apa dikita ? ya tidak ada ruginya. Karena ini memang bukan hajat kita (warga Kaltim). Kalau yang rugi investor, mungkin iya. Seperti investor yang sudah menanamkan saham dan investasi di Kaltim dengan harapan IKN segera dibangun lalu tertunda, mungkin iya mereka merasa rugi,” jelasnya.

Sehingga efek dari penundaan pembangunan IKN saat ini, hanya dirasakan bagi para investor. Sedangkan warga Kaltim tidak merasa dirugikan. Apalagi dampak buruk lainnya. Justru, kata Samsun, dengan mundurnya jadwal pembangunan IKN, warga Kaltim seharusnya bisa lebih mempersiapkan diri dalam hal pembangunan.

Seperti pembangunan sumberdaya manusia mempuni, serta pembangunan infrastruktur, yang disebutnya hingga saat ini masih terus berjalan. Hal ini guna menyambut pemindahan IKN yang akan datang nanti. Sehingga warga Kaltim akan lebih siap dan punya andil besar dalam membangun IKN dikemudian hari.

Seperti yang disampaikan oleh Kepala Bapenas melalui video yang diunggahnya itu. Bahwa IKN akan mengembangkan ekonomi regional sebesar 4-5 kali menjadi USD 180 miliar. Selain itu, IKN akan menciptakan 4,3 – 4,8 juta lapangan pekerjaan di Kalimantan Timur pada 2045.

IKN baru nantinya adalah sebagai Superhub. Bersifat locally integrated, globally connected dan universally inspired.

Pertama, Superhub sebagai inspirasi universal yaitu Superhub yang menjadi teladan sebagai kota yang hijau, berkelanjutan dan bertaraf hidup tinggi di tengah tantangan perubahan iklim dengan menggunakan teknologi.

Kedua, Superhub dan dunia yaitu Superhub yang membantu menempatkan Indonesia di posisi yang lebih strategis dalam jalur perdagangan dunia, arus investasi dan inovasi teknologi.

Ketiga, Superhub dan Indonesia yaitu Superhub yang mengubah perekonomian Indonesia menjadi lebih inklusif melalui strategi Tiga Kota yaitu Samarinda, ibu kota baru, dan Balikpapan dengan menjadi penggerak ekonomi bagi Kalimantan Timur.

Selain itu, juga menjadi pemicu untuk memperkuat rantai nilai domestik di seluruh Kawasan Timur Indonesia dan seluruh Indonesia. Dan dipastikan pengerjaan mega proyek IKN di Kaltim itu tetap akan berlanjut.

Nantinya Pemerintah tak akan menggunakan dana APBN semata untuk kelanjutan pembangunannya. Melainkan dengan bergantung pada investasi swasta melalui skema kontrak Build Operate Transfer (BOT). Atau menggenjot pembangunan melalui investasi.

Sementara itu, terkait tertundanya pembangunan IKN dikarenakan Pemerintah Pusat yang sedang fokus dalam penanganan COVID-19, Samsun enggan memberikan komentar. Karena yang memiliki keputusan tersebut murni hasil pertimbangan dari pemerintah pusat.

“Ya kita saat ini tidak bisa memberikan keputusan dan tanggapan. Karena semua kan hajatan dari pusat. Kita hanya terima saja,” ucapnya.

“Kalau mau dibangun sekarang, lahannya ‘kan sudah disiapkan, mau dibangun nanti ya juga silahkan. Tapi karena itu permintaan pemerintah pusat dan kita bagian dari NKRI, ya kita siap dengan apapun keputusannya,” pungkasnya. (Tim Redaksi Analisa)

Tags

Related Articles

Back to top button
Close