Limbah B3 Resahkan Warga Perumahan Green Hill Gresik

3 April 2021, 01:45

GRESIK, analisanews.co – Limbah diduga bahan beracun dan berbahaya (B3) mengalir di perumahan Green Hill Gresik. Limbah ini dapat merusak lingkungan,  mengganggu kesehatan, dan mengancam kelangsungan hidup manusia serta organisme lainya.

Dugaan sementara, limbah itu berasal dari serbuk kayu yang ditumpuk di sekitar perumahan milik mantan Bupati Gresik Sambari Halim Radianto. Bahkan, menurut informasi yang beredar, tempat tersebut tidak mempunyai Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dan tidak memiliki ijin amdal.

Salah satu penghuni perumahan tersebut H Anwar yang diwakilkan saudaranya Bayu, mengaku resah dengan adanya limbah tersebut. Pasalnya setiap hujan datang, limbah tersebut pasti masuk ke pemukiman warga melalui selokan.

“Dulu awalnya limbah itu tidak pernah masuk kompleks Green Hill. Tapi, salah satu karyawan perusahaan tersebut, malah menjebol tembok perumahan. Sehingga limbah itu masuk ke kompleks kami. Limbah ini dapat merusak ekosistem lingkungan,” katanya, Jumat (3/4).

Ia mengaku kalau limbah itu sudah lama ada di kompleks mereka. Awalnya ia tidak mengetahui kalau cairan yang kerap melintasi kediaman saudaranya ini adalah limbah B3. Namun, ia mencari tahu dengan berkonsultasi dengan beberapa orang.

“Warnanya hitam pekat mas. Dan ada baunya. Awalnya saya biasa saja. Karena memang saya tidak mengetahuinya. Setelah saya mengetahui kalau itu limbah B3, dan berbahaya untuk manusia, sekarang saya jadi khawatir dengan limbah tersebut,” celetuknya.

Sementara itu, Cipto koordinator keamanan di perusahaan kayu tersebut mengaku kalau limbah tersebut sudah dilaporkan kepada pemilik usaha yaitu Sambari. Namun sampai saat ini, belum ada tindak lanjutnya. “Sudah kami sampaikan terkait limbah itu,” jelasnya.

Perlu diketahui, dalam melakukan pembuangan limbah cair maupun padat wajib mengantongi ijin Deputi Bidang Penaatan Hukum Likungan Kementerian Lingkungan Hidup. Ketentuan izin pengelolaan limbah B3 telah diatur dalam Pasal 59 ayat (4), Pasal 95 ayat (1), dan Pasal 102 UU Pengelolaan Lingkungan Hidup (UU PLH).

Editor: Redaksi Analisa

Tags

Related Articles

Back to top button
Close