Komisi IV Nilai Langkah Tepat Pemkot Samarinda Mengizinkan Empat Sekolah Melangsungkan PTM

9 March 2021, 19:29

Samarinda, AnalisaNews.co – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda telah memberikan lampu hijau kepada empat sekolah untuk melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM), Senin (8/3/2021) kemarin.

Diantaranya SD – SMP Islamic Center, di Jalan Slamet Riyadi, SMP Nabil Husein di Jalan Rapak Indah, Kecamatan Sungai Kunjang dan SMPN 42 Jalan Inpers Tembok Tengah, Kecamatan Samarinda Utara.

Masih ada 10 sekolah lainnya yang masih menunggu izin dari Wali Kota untuk melangsungkan PTM. Sekolah terpilih tersebut dirancang sebagi Sekolah Tangguh Covid-19 dan menjadi model percontohan PTM di masa pandemi. Sebagian besar berlokasi di daerah pinggiran Samarinda.

Menanggapi kebijakan tersebut, Rusman Yaqub selaku Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaltim mengatakan kewenangan yang diambil Pemkot Samarinda kini sudah sangat tepat.

Namun, pemberlakuannya perlu dilakukan secara bertahap untuk persiapan tahun ajaran baru. Mengingat, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) pun telah menargetkan seluruh sekolah di daerah melaksanakan PTM pada Juli 2021 mendatang.

“Tetapi itu harus di sosialisasikan secara masif. Jadi masyarakat harus benar-benar disiapkan dan tetap harus menegakkan protokol kesehatan yang ketat,” ungkap Rusman ketika dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Selasa (9/3/2021) siang.

Politisi dari Fraksi PPP ini mengatakan, PTM dalam waktu dekat harus dilaksanakan di tiap sekolah, tentunya dengan standar protokol kesehatan yang ketat. Sebab, Rusman menilai kegiatan belajar secara daring yang telah berlangsung selama setahun ini kurang efektif.

Bahkan, ia dan sejawatnya di Komisi IV telah mendorong wacana tersebut sejak Januari 2021 lalu. Terlebih tidak semua sekolah, terutama yang berada di daerah pinggiran, bisa melaksanakan belajar daring karena kendala jaringan, serta sarana dan prasarana yang terbatas.

“Sekolah Tangguh Covid-19 itu bagus saja. Kami mendorong saja. Ini kan karena Samarinda masih banyak yang terjadi blank spot. Ini karena ada sekolah-sekolah tertentu yang tidak bisa terjangkau lewat daring sekalipun,” tandasnya. (Tim Redaksi Analisa)

Tags

Related Articles

Back to top button
Close