Komisi III DPRD Kaltim Dorong Dinas ESDM Selesaikan Permasalahan Tambang Ilegal

16 February 2021, 19:41

Samarinda, AnalisaNews.co – Anggota Komisi III DPRD Kaltim Mimi Meriami mendorong agar Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kaltim, untuk lebih aktif menyelesaikan permasalahan tambang ilegal di Kaltim. Menurutnya, permasalahan tambang ilegal masih menjadi pekerjaan besar untuk diselesaikan oleh Dinas ESDM Kaltim.

Hal itu ia sampaikan, seusai Komisi III menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dinas ESDM Kaltim di ruang rapat Gedung E Komplek DPRD Kaltim pada Senin (15/2/2021) kemarin.

“Saat rapat, kita menyoroti masalah tambang ilegal yang belum ada solusinya. Yang sampai sekarang kelihatannya masih belum bisa apa-apa menghadapi tambang ilegal. Jadi kita juga minta Dinas ESDM untuk lebih aktif menghadapi masalah tersebut,” jelas Mimi.

“Kalau tambang ilegal ini memang jawabannya agak sama, artinya itu-itu aja. Sampai dengan hari ini pun masih menjadi pekerjaan terbesar untuk Dinas ESDM dan pemerintah,” imbuhnya.

Melihat permasalahan itu, legislator dari Dapil Balikapapan tersebut meminta agar Dinas ESDM Kaltim tidak sekedar melakukan kerja formalitas. Namun harus memiliki gebrakan untuk mengatasi masalah tambang ilegal.

“Jadi memang harus ada gebrakan mengatasi tambang ilegal. Kalau hanya sekedar kerja formalitas aja tidak akan mungkin terselesaikan,” tegasnya.

Seperti contohnya, upaya penyelesaian yang bisa dilakukan Dinas ESDM Kaltim adalah bekerjasama dengan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kaltim dalam hal pengawasan. Hal itu dilakukan karena dirinya menyadari jika wewenang melakukan penindakan pidana bukanlah kewenangan Dinas ESDM Kaltim.

“Yang bisa Dinas ESDM lakukan bagaimana agar kasus tersebut terselesaikan. Misalnya bekerja sama dengan Kejati. Itulah, artinya kembali lagi kepada kewenangan. Karena itu memang ranahnya sudah pidana, jadi bukan lagi ranah Dinas ESDM,” bebernya.

Adapun dari upaya penyelesaian tersebut, kembali ia tegaskan jika masalah pertambangan ilegal merupakan pekerjaan besar di Kaltim. Dikarenakan hal itu erat kaitannya dengan penyebab permasalahan lingkungan yang semakin parah.

“Saya rasa memang pertambangan ilegal menjadi pekerjaan besar Kaltim, karena berhubungan erat dengan masalah lingkungan. Yang paling parah itu kan masalah banjir, longsor, dan pendangkalan sungai,” tandasnya. (Tim Redaksi Analisa)

Tags

Related Articles

Back to top button
Close