Kisah Penerus Bisnis Kue Hj Hatim dan Maskota Muradiah

16 May 2020, 19:41

PERTIGAAN Jalan Daeng Mangkona, Samarinda Seberang mulai ramai pada tengah hari, ketika para penjual makanan buka puasa atau takjil mulai menyusun dagangan mereka. Dari puluhan lapak di sana, ada satu penjual yang dagangannya paling beragam kue yang ditawarkan.

Lapak tersebut dijaga oleh Khairunnisa. Perempuan 25 tahun itu tampak bersemangat menyusun jejeran kue talam. Ada amparan tatak, sari pengantin, sari muka ketan, kue lapis, bingka, dan masih banyak macam penganan manis lainnya.

Di lapak tersebut perempuan yang akrab disapa Icha tersebut tak sendiri. Dia dibantu beberapa orang keryawan. Bila ditotal, ada puluhan macam takjil yang dijualnya.

Icha menuturkan, untuk kue talam saja ada 16 jenis. Selain itu ada aneka gorengan, bubur manis, es buah, hingga kolak. “Tapi yang penjualannya paling tinggi amparan tatak pisang dan sari muka ketan,” tuturnya saat disambangi analisanews.co pada Sabtu, 16 Mei 2020.

Kue dagangan Icha diolah berdasar resep turun-temurun. Sebagai informasi, Icha adalah keturunan dari Maskota Muradiah, serta cucu dari Hj Hatim. Dua nama yang kesohor untuk urusan kue di Samarinda Seberang. Dari dua orang tadi Icha menerima resep kue olahannya.

Bila dengan Icha, artinya bisnis ini sudah memasuki generasi ketiga. “Keluarga saya memulai bisnis ini sejak 1980, Jauh sebelum saya lahir,” ujar bungsu dari sembilan bersaudara itu.

Bukan perkara mudah bagi Icha untuk meneruskan bisnis turun-temurun. Apalagi bila dibayangi dua nama besar pendahulunya. Tentu dirinya tak ingin perjuangan ibu dan mendiang neneknya dalam memasarkan makanan tradisional Kalimantan Selatan itu kandas saat dia memegang bisnis tersebut.

Rebranding

Nama kue dengan merek Hj Hatim kesohor saban pasar Ramadan digelar. Sebagai generasi baru, Icha mengganti merek menjadi Maskota. Lima tahun sudah Kue Basah Hj Hatim berganti menjadi “MASKOTA” Restaurant & Tradisional Cake Home Industry.

Maskota diambil dari nama ibunya. Sebab, bila ditarik ke belakang Maskota adalah orang yang pertama kali mencetuskan kue buatan tangan Hj Hatim mesti dipasarkan. Selain itu, Maskota pula yang melakukan pengembangan berbagai macam menu. Mulai kue tradisional hingga kekinian.

Selain kue, bisnis yang dijalankan Icha juga merambah ke bisnis restoran. Resep lagi-lagi dari sang bunda. (*)

Reporter: Gapos
Editor: Y Almerio

Tags

Related Articles

Back to top button
Close