Keterlaluan, Istri Teman Sendiri Dicabuli

22 October 2021, 21:17
AS saat diamankan Polisi di Mapolsek Muara Jawa karena mencabuli istri temannya sendiri, Jumat (22/10/2021). (foto Bay)

KUKAR  – Sungguh terlalu apa yang dilakukan oleh AS (42), Warga Kecamatan Muara Jawa, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).  Isteri temannya sendiri sebut saja Mentari (23) nekat dicabulinya. Sementara sang teman atau suami korban mencari nafkah dengan berjualan di pasar.

“Pelaku sudah kita tetapkan sebagai tersangka dan dijerat dengan Pasal 289 KUHP tentang Perbuatan Cabul dengan ancaman maksimal 9 tahun penjara. Dan sekarang sudah kita tahan di sel Mapolsek,” kata Kapolsek Muara Jawa Iptu Rachmat Andhika Prasetyo, Jumat (22/10/2021).

Perbuatan bejat AS dilakukan pada Sabtu (16/10/2021) lalu sekitar pukul 11.30 Wita. Ketika itu AS sedang mendatangi rumah temannya tersebut untuk meminta buah pepaya. Rupanya saat itu, temannya tidak ada dirumah. Hanya ada korban.

“Jadi waktu pelaku mengetok pintu, yang membukakan pintu adalah istri temannya (korban,Red). Dan saat itu hanya mengenakan sarung saja. Setelah tahu temannya tidak ada di rumah. Pelaku tidak langsung pulang. Malah beralasan masuk ke rumah untuk buang air kecil,” terangnya lagi.

Ketika itulah perbuatan tak senonoh dilakukan AS. Sewaktu melihat Mentari sedang cuci muka sambil menunduk di dekat kamar mandi. AS langsung meraba-raba tubuh Mentari.

“Korban langsung berontak dan meminta tolong kepada pelaku untuk melepaskannya,” ujarnya.

Tapi permintaan Mentari ruoanya tak dianggap dan terus melancarkan aksi bejatnya dengan meraba-raba bagian sensitif Mentari hingga ke dalam kamar.

“Saat ketakutan, korban langsung mengambil handphone dan menghubungi suaminya. Dan memberitahukan kalau di rumah ada pelaku. Bahkan suami korban dan pelaku sempat berbincang lewat handphone tersebut,” tuturnya.

Karena nafsu sudah diujung tanduk. AS kembali melanjutkan ulah bejatnya itu. Tanpa menyadari kalau handphone milik Mentari masih tersambung. Sehingga suami Mentari pun mendengar secara langsung suara Mentari yang menolak AS.

“Korbannya bilang jangan om, jangan om. Itu di dengar oleh suami korban berulang-ulang. Sampai akhirnya pelaku sadar dan bergegas pergi dari rumah tersebut,” jelas Kapolsek.

Mendengar istrinya diganggu oleh AS. Suami Mentari bergegas pulang memeriksa kondisi istrinya. Pelaku yang ketakutan langsung datang ke Polsek mencari perlindungan. Dan setelah bukti-bukti lengkap, kasus ini baru dilaporkan secara resmi Kamis (21/10/2021).

Sementara itu, AS mengaku khilaf atas apa yang ia perbuat. “Saya kenal sudah lama. Bahkan sama suaminya sangat dekat hingga makan bersama,” akunya.

 “Kadang dia (Mentari,Red) pernah ke rumah saya juga. Ya sudah kenal betul. Tapi waktu itu saya benar-benar khilaf. Tidak bisa menahan nafsu karena melihat dia hanya mengenakan sarung,” ungkap ayah dari lima anak ini. (bay)

Editor: Redaksi Analisanews

Related Articles

Back to top button
Close