Inovasi Teknologi Keuangan, Mendukung Ekonomi Indonesia Bersama Kredit Pintar dan Teman Prima

11 November 2020, 21:54

Samarinda, analisanews.co – Definisi financial technology (fintech) ditegaskan juga oleh Bank Indonesia. Melalui situs resminya dijelaskan fintech adalah hasil gabungan antara teknologi dan jasa keuangan. Model bisnis berubah dari yang konvensional menjadi lebih moderat.

Kini masyarakat tidak perlu lagi mendatangi layanan tatap muka. Atau sentuhan fisik untuk melakukan transaksi. Tapi dapat dilakukan secara jarak jauh. Di 2019, Dewan Nasional Keuangan Inklusif (DKNI) menargetkan 75 persen inklusi keuangan.

Namun, hingga saat ini target yang baru tercapai hanya menyentuh angka 49 persen. Inklusi keuangan ini menyasar masyarakat yang berada di piramida ekonomi terbawah. Sehingga, hadirnya fintech diharapkan dapat menjadi alternatif solusi untuk membantu mencapai target inklusi keuangan tersebut.

Upaya konsisten untuk mendorong inklusi keuangan di tengah pandemi global yang saat ini dialami banyak negara termasuk Indonesia. Platform fintech P2P lending berizin dan diawasi OJK. PT. Kredit Pintar Indonesia (Kredit Pintar) dan fintech terdaftar PT. Prima Fintech Indonesia (Teman Prima) menyelenggarakan talk show dengan mahasiswa Politeknik Negeri Samarinda.

Kegiatan itu dilakukan, Selasa 10 November 2020. Secara daring melalui aplikasi komunikasi video untuk mengenalkan industri fintech peer-to-peer lending. Serta pemahaman inovasi yang dilakukan fintech untuk tetap mendorong inklusi keuangan selama masa pandemi.

VP of Business Development, Boan Sianipar berharap adanya kehadiran fintech P2P lending mampu meningkatkan pengetahuan terkait layanan keuangan berbasis digital. Serta membuka akses finansial yang lebih luas untuk masyarakat Samarinda.

Data yang telah diterima oleh Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama (AFPI), terkait bisnis pinjaman fintech peer to peer (P2P) lending telah mencapai Rp 113,46 triliun hingga Juni 2020. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang dirilis pada Rabu (12/8), nilai itu tumbuh 153,23% year on year (yoy) dari posisi yang sama tahun lalu hanya Rp 44,8 triliun.

“Ini membuktikan bahwa industri P2P lending turut mendorong dan menggerakkan perekonomian negara seiring dengan pertumbuhannya yang signifikan,” katanya.

Sementara itu, Operational and PR Manager Teman Prima Arif Lukman Hakim menambahkan dari edukasi daring ini, mereka menginginkan masyarakat Samarinda dapat memanfaatkan layanan produk P2P lending.

“Layanan ini untuk kebutuhan dalam menghadapi masa pandemi dan tetap waspada terhadap fintech ilegal,” tegasnya.

Acara ini dihadiri ratusan mahasiswa Politeknik Negeri Samarinda ini menjadi bukti nyata bahwa masyarakat antusisas menyambut menyambut kehadiran berbagai inovasi produk dalam bidang keuangan untuk mencapai target inklusi keuangan.

Editor: Redaksi Analisa News

Tags

Related Articles

Back to top button
Close