Balikpapan – Galeri UMKM milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur yang berlokasi di depan Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan, Balikpapan, kian diminati masyarakat. Dalam lima bulan terakhir, jumlah pengunjung terus mengalami peningkatan, terutama saat momen libur panjang dan hari besar.
Antusiasme pengunjung terlihat jelas, khususnya saat libur Natal dan akhir tahun. Jika pada hari biasa jumlah pengunjung hanya sekitar 50 orang per hari, saat libur bersama atau ketika digelar kegiatan di sekitar galeri, angka kunjungan meningkat signifikan.
Galeri UMKM ini menjadi favorit karena memudahkan pengunjung menemukan beragam produk khas dari 10 kabupaten dan kota di Kalimantan Timur. Produk yang ditawarkan pun beragam, mulai dari kuliner, kerajinan tangan, hingga batik tulis dengan harga yang kompetitif dan terjangkau.
“Saya senang belanja di sini karena produknya lengkap dan mudah ditemukan. Banyak pilihan khas daerah yang cocok untuk oleh-oleh,” ujar Ersa, salah satu pengunjung Galeri UMKM Kaltim.
Tak hanya melayani pembelian langsung, Galeri UMKM Kaltim juga aktif memasarkan produknya secara daring melalui media sosial. Strategi ini dinilai efektif untuk menjangkau konsumen dari luar daerah.
“Pembeli kami tidak hanya dari Kalimantan Timur, tetapi juga dari Jakarta, Batam, hingga Surabaya. Produk yang paling diminati antara lain pakaian, sambal, dan olahan kulit ayam,” jelas Nina, Koordinator Galeri UMKM Pemprov Kaltim.
Selain sebagai pusat oleh-oleh, gedung ini juga berfungsi sebagai export center binaan Kementerian Perdagangan. Fasilitas tersebut membantu pelaku UMKM yang terkendala administrasi agar dapat menembus pasar internasional.
Saat ini, tercatat lebih dari seribu jenis produk dipasarkan di Galeri UMKM Kaltim. Dari jumlah tersebut, sekitar 500 produk merupakan kuliner khas asal Balikpapan, Samarinda, dan Bontang.





