Fase Relaksasi Tahap Kedua, Rekreasi Air Belum Bisa Beroperasi

16 June 2020, 22:26

SAMARINDA, analisanews.co – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda menyiapkan skenario pembukaan kembali tempat wisata di fase relaksasi tahap kedua yang mulai berlaku sejak Senin, 15 Juni 2020. Prosedur pun dilakukan secara bertahap. Untuk fase relaksasi tahap dua, kolam renang untuk keperluan rekreasi belum bisa beroperasi.

“Rencananya kolam renang baru bisa buka kembali di fase relaksasi tahap ketiga, karena kita masih mempertimbangkan penyebaran virus covid-19 yang bereaksi cepat lewat perantara air,” kata Sekretaris Kota (Sekkot) Samarinda, Sugeng Chairuddin saat beraudiensi bersama Perhimpunan Usaha Taman Rekreasi Indonesia (Putri) Samarinda, Selasa, 16 Juni 2020 di Balai Kota Samarinda. 

Pemkot sendiri, jelas Sugeng, tidak ingin mengambil resiko tinggi apabila kolam pemandian sudah beroperasi di fase kedua. Mengingat status pengunjung yang bisa saja berasal dari luar Samarinda ikut mempengaruhi status Kota Tepian yang saat ini sudah masuk dalam zona orange.

“Hasil rekomendasi dari Dinas Kesehatan (Diskes) Samarinda, kalau bisa untuk kolam pemandian nanti dulu beroperasi, takutnya ada orang tanpa gejala (OTG) ikut mandi di sana, bisa saja segala kemungkinan terjadi termasuk menyebarkan virus bagi pengunjung lain, jadi kami tidak ingin ambil risiko dahulu,” tutur Sugeng.

Sementara, Plt Kepala Diskes Samarinda Ismed Kosasih menambahkan, jika kolam pemandian dibuka sangat berisiko bagi pengunjung. Khususnya bagi anak-anak. Mengingat anak-anak kini menjadi fokus utama Pemerintah Pusat apabila terjadi penularan lewat mereka.

“Menteri Pendidikan saja sudah mengingatkan kepada pemerintah daerah agar mempertimbangan betul-betul saat membuka aktivitas belajar-mengajar di sekolah sesuai zona aman yang telah ditetapkan oleh tim gugus tugas, karena memang fokusnya ke anak-anak, sehingga wajar kalau untuk kegiatan di sekolah baru dibuka saat tahap fase terakhir. Begitu pun dengan kolam pemandian,” kata Ismed. 

Kendati demikian, ia mengapresiasikan kepada pelaku usaha wisata air yang telah menaati prosedur apabila nantinya kolam pemandian sudah beroperasi kembali, di antaranya membatasi usia bagi yang boleh masuk ke kolam renang.

“Memang ada catatan penting yang harus diperhatikan disini apabila nantinya sudah beroperasi, selain membatasi masalah umur, protokol kesehatan harus diutamakan disini seperti pengecekan suhu tubuh. Sedangkan catatan lain kami akan rapatkan terlebih dahulu bersama tim gugus tugas sambil menerima masukkan dari Walikota, pak Dandim dan Kapolres.” tuturnya.

Terpisah, Ketua Putri Samarinda Dian Rosita mengatakan, hampir setengah pelaku usaha wisata rekreasi di Samarinda lebih dominan bermain ke wahana air. Karena memang lebih banyak digandrungi para pengunjung saat datang ke tempat Wisata.

“Tapi semenjak kasus pandemi covid-19 di Samarinda otomatis wahana tadi tutup total sesuai anjuran pemerintah, imbasnya tidak ada pemasukan sehingga berpengaruh terhadap gaji karyawan,” tambahnya.

Oleh karena itu, lewat audiensi tersebut dia berharap Pemkot bisa memberikan kelonggaran untuk fase relaksasi tahap ke dua agar kolam pemandian bisa beroperasi kembali. Tentu dengan mengikuti ketentuan yang diberlakukan oleh tim gugus tugas sesuai protokol kesehatan covid-19 khusus untuk wisata maupun wahana air. (*)

Reporter: Nina
Editor: Ricardo

Tags

Related Articles

Back to top button
Close