FAM Protes, Kejati Didesak Selesaikan Kasus Korupsi Bansos

3 August 2020, 22:43

Samarinda, analisanews.co – Aksi kembali terjadi. Kali ini, dari Front Aksi Mahasiswa (FAM). Mereka menuntut Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kaltim mengusut tuntas kasus dana Hibah yang diterima oleh organisasi Pelita di tahun 2012 di Kukar. Sebesar Rp 225 juta.

Dalam kasus ini, Sekretaris yayasan Pelita, Rahmad sudah menjadi terdakwa. Diduga, di kasus ini masih ada nama lainnya yang terlibat kasus korupsi tersebut.

Koordinator aksi, Adhar mengatakan ada kejanggalan dalam proses hukum kasus ini. Dalam putusan sidang hanya menetapkan Rahmad sebagai tersangka.

Sedangkan dari pengakuan Rahmad ada keterlibatan pelaku lain berinisial AY yang saat itu menjabat sebagai pimpinan yayasan Pelita dan kuat dugaan menerima aliran dana.

“Dari Rahmad meminta keadilan agar saudara AY selaku pimpinan yayasan Pelita ikut diadili,” katanya, Senin (3/8/2020) usai aksi di depan kantor Kejati Kaltim, Jalan Bung Tomo, Samarinda.

Mereka menuntut Kejati Kaltim untuk memeriksa dan mengeksekusi AY. Diduga ikut terlibat dalam menikmati aliran dana bansos atau hibah pada organisasi yayasan Pelita tahun 2012. Juga meminta Kejati melakukan pengembangan kasus tersebut, yang merugikan keuangan negara.

FAM Kaltim memberikan waktu satu minggu agar Kejati Kaltim untuk menyelesaikan kasus ini. Kepala Seksi Penerangan Hukum (Penkum) Kejati Kaltim Faried mengungkapkan ada satu nama lagi yang ditetapkan sebagai terdakwa.

Tetapi, Rahmad tidak puas atas putusan hakim. Karena, dalam kasus ini bukan hanya dia saja yang bertanggung jawab. Selanjutnya, mereka akan menindaklanjuti untuk mencari fakta di lapangan

“Penanganan ada di Kejari Samarinda. Nanti kami akan berkoordinasi sudah sejauh mana penanganan kasus. Apakah ada nama lainnya yang terlibat,” pungkasnya.

Reporter: Nina
Editor: Redaksi Analisa

Tags

Related Articles

Back to top button
Close