Tekan Enter untuk mencari

Sabtu, 4 April 2026

DPP Pusaka Gelar Seminar Warisan Budaya Kaltim dalam Rangka Milad ke-21

Redaksi
Diterbitkan Sabtu, 14 Februari 2026 22:18 WITA
Ketua Umum DPP Pusaka, Abdunnur
Ketua Umum DPP Pusaka, Abdunnur

SAMARINDA – Dewan Pimpinan Pusat Persekutuan Suku Asli Kalimantan (DPP Pusaka) menggelar Seminar Budaya bertajuk “Warisan Budaya Kalimantan Timur: Pelestarian, Tantangan, dan Regenerasi” di Ruang Mancong, Lantai 2 Hotel Mesra Internasional, Sabtu (14/2/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Milad ke-21 DPP Pusaka tahun 2026.

Seminar menghadirkan tiga narasumber, yakni budayawan Kaltim Awang Irwan Setiawan, budayawan Hamdani, serta Kepala Dinas Pariwisata Kaltim, Ririn Sari Dewi.

Ketua Umum DPP Pusaka, Abdunnur, mengatakan seminar ini menjadi bentuk kontribusi organisasi dalam menjaga dan menguatkan budaya Kalimantan, khususnya Kalimantan Timur.

“Kami DPP Pusaka Kalimantan bersama seluruh pengurus melaksanakan kegiatan bagian dari Milad ke-21 Pusaka tahun 2026 dengan menggelar seminar warisan budaya Kaltim,” ujarnya.

Menurut Abdunnur, kehadiran unsur pemerintah melalui Dinas Pariwisata serta para tokoh dan penggiat budaya diharapkan mampu memberikan pemahaman kembali tentang pentingnya pelestarian budaya, terutama kepada generasi muda yang menjadi peserta kegiatan tersebut.

Ia menegaskan bahwa seminar ini tidak hanya menyasar pemerhati dan pelaku budaya, tetapi juga generasi muda agar mampu menjaga serta merawat warisan budaya daerah sebagai bagian dari pembangunan peradaban dan penguatan masyarakat berbasis kearifan lokal.

“Budaya Kaltim harus bisa lestari dan bangkit kembali. Tidak saja bagi penggiat budaya, tetapi juga bagi generasi muda agar mereka mampu menjaga dan merawat warisan budaya Kaltim untuk mendukung pembangunan masyarakat berbasis kearifan lokal,” tegasnya.

Abdunnur berharap pemerintah dapat meningkatkan perhatian terhadap aktivitas kebudayaan, termasuk mendorong minat generasi muda dalam melestarikan budaya daerah.

Ia menambahkan, budaya dan kearifan lokal menjadi media pemersatu seluruh unsur masyarakat dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan serta memperkuat pembangunan di tengah keberagaman.

“Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Dengan budaya dan kearifan lokal di Kaltim, stabilitas dan kesatuan masyarakat akan semakin kuat dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia,” pungkasnya. (*)

Bagikan
berita terkait