Densus 88 Amankan Terduga Teroris di Tiga Provinsi

29 March 2021, 23:23

JAKARTA, analisanews.coPasca bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (28/3). Detasemen Khusus (Densus) 88 mengamankan empat tersangka yang terduga teroris di kota itu. Mereka berinisial AS, SAS, MR dan AA.

“Mereka berperan bersama L dan YSM (keduanya pelaku bom bunuh diri) yakni bersama-sama dalam satu kelompok kajian Villa Mutiara,” kata Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam keterangan tertulis, Senin (29/3/2021).

Keempat orang yang telah diamankan itu, berperan memberikan doktrin dan mempersiapkan rencana yang mereka sebut “Jihad”. Tidak hanya itu, mereka juga menyiapkan berbagai bahan peledak untuk melakukan bom bunuh diri.

Bersamaan dengan itu, tim Densus juga bergerak melakukan penggeledahan dan penangkapan di dua wilayah. Yakni Condet Jakarta Timur dan Bekasi Jawa Barat. Di kedua tempat itu, tim kembali mengamankan empat orang yang diduga teroris.

Mereka berinisial A, AH, AJ dan BS. Empat orang ini diamankan besarta barang bukti berupa bom dan bahan peledak lainnya.

“Polisi temukan lima bom aktif. Jenis bom sumbu, lima toples besar berisi bahan kimia peledak, sulfur, flashfolder dan termometer. Bahan-bahan ini akan diolah menjadi bahan peledak Jumlahnya 4 Kg. Kemudian ditemukan bahan peledak lain dengan Jumlah 1,5 Kg,” tambahnya.

Sementara itu, dari hasil operasi penangkapan di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) Densus 88 juga mengamankan lima terduga teroris dari kelompok Jamaah Ansharut Daullah (JAD). “Kami terus melakukan pengembangan. dalam waktu dekat dapat diamankan,” terangnya.

Ia meminta agar masyarakat di tiga daerah tadi tetap melakukan aktivitas seperti biasa. Tetap tenang dan jangan panik. Jendral bintang empat ini memastikan, bahwa jajarannya terus mengejar kelompok-kelompok teroris. Serta mengusut tuntas peristiwa bom bunuh diri ini.

“Saya Himbau masyarakat tetap tenang, tidak usah panik, terkait masalah teroris merupakan tugas kami untuk mengusut tuntas,” tegasnya.

Editor: Redaksi Analisa

Tags

Related Articles

Back to top button
Close