ASN Dilarang Terima Parcel dalam Bentuk Apapun

Bila Melanggar, Siap-siap Dijerat UU ASN dan Tipikor

18 May 2020, 23:34

SAMARINDA, analisanews.co – Hari Raya Idulfitri tinggal hitungan hari lagi. Tradisi pemberian bingkisan berupa uang maupun parsel dilaksanakan tiap tahun. Namun hal itu justru hal yang dilarang bagi abdi negara.

Di tengah pandemi covid-19 aturan tersebut semakin ketat. Selain dilarang menerima, permintaan dana, sumbangan, serta hadiah pun dilarang. Baik kepada masyarakat, perusahaan, maupun penyelenggara negara lainnya. Baik secara lisan maupun tertulis.

“Alasannya karena dapat terindikasi dengan tindak pidana korupsi,” sebut Kepala Biro Humas Setprov Kaltim HM Syafranuddin saat dihubungi melalui telepon Senin sore, 18 Mei 2020.

Ivan sapaan karibnya, mengatakan, larangan tersebut terkait bunyi di dalam Surat Edaran Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) No 14/2020 tentang Pengendalian Gratifikasi terkait Momen Hari Raya tertanggal 13 Mei 2020.

Dalam surat edaran tersebut juga disebutkan bila aparatur sipil negara (ASN) sebagai penyelenggara negara ketika menerima gratifikasi yang berhubungan jabatan dan berlawanan kewajiban atau tugasnya, harus melapor KPK dalam jangka waktu 30 hari kerja sejak tanggal penerimaan gratifikasi.

“Hal tersebut juga diatur UU 20/2001 tentang Perubahan atas UU No 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi,” terang Ivan.

KPK meminta ASN menjadi contoh baik bagi masyarakat. Tidak meminta dan menerima gratifikasi yang berhubungan jabatan. Lanjut Ivan, diharapkan tak hanya di lingkungan Pemprov Kaltim. Juga semua organisasi perangkat daerah (OPD). “Jika terjadi, maka siap-siap menerima sanksi,” imbuhnya.

Ada delapan item yang harus menjadi perhatian dalam surat edaran tersebut. Larangan itu pun tak hanya berlaku bagi ASN. Tapi juga pemegang kepentingan hingga korporasi agar tidak memberikan gratifikasi kepada abdi negara.

“Terpenting, yakni tidak menggunakan kendaraan dinas untuk kepentingan pribadi (mudik misalnya),” pungkasnya. (*)

Reporter: Gapos
Editor: Ricardo

Tags

Related Articles

Back to top button
Close