Tekan Enter untuk mencari

Kamis, 9 April 2026

Abu Dhabi Pertahankan Status Kota Teraman Dunia Selama 10 Tahun Berturut-turut

Redaksi
Diterbitkan Senin, 19 Januari 2026 09:09 WITA
Abu Dhabi, UEA
Abu Dhabi, UEA

UEA – Stabilitas keamanan yang konsisten kembali mengantarkan Abu Dhabi ke puncak peringkat kota teraman di dunia.

Ibu kota Uni Emirat Arab (UEA) tersebut menempati posisi pertama secara global selama sepuluh tahun berturut-turut sejak 2017, menegaskan reputasinya sebagai salah satu kota dengan tingkat keamanan dan kualitas hidup tertinggi di dunia.

Capaian ini diumumkan Kantor Media Abu Dhabi pada Sabtu (17/1/2026), mengacu pada pemeringkatan global yang dirilis Numbeo, sebuah platform statistik internasional yang memantau indeks keamanan, kualitas hidup, serta biaya hidup di berbagai kota dunia.

Pada tahun lalu, Abu Dhabi juga mencatat prestasi serupa dengan menempati peringkat pertama dari 382 kota di seluruh dunia.

Konsistensi tersebut mencerminkan keberhasilan jangka panjang kebijakan keamanan dan tata kelola perkotaan yang diterapkan pemerintah setempat.

Pengakuan internasional ini sejalan dengan tingginya minat warga asing untuk menetap di UEA.

Berdasarkan Survei Expat Insider 2025 yang dirilis InterNations pada 2 September 2025, sekitar 18 persen ekspatriat menyatakan berencana menetap secara permanen di UEA, sementara 39 persen lainnya masih mempertimbangkan masa depan mereka di negara tersebut.

Faktor utama yang mendorong minat tersebut adalah rasa aman, kualitas hidup yang tinggi, serta kemudahan beradaptasi di lingkungan sosial dan budaya setempat.

Komandan Kepolisian Abu Dhabi, Mayor Jenderal Ahmed Saif bin Zaitoun Al Muhairi, mengaitkan keberhasilan ini dengan kepemimpinan visioner Presiden UEA Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan, serta dukungan berkelanjutan terhadap penguatan sistem keamanan nasional.

Ia menjelaskan bahwa model keamanan Abu Dhabi dibangun melalui pendekatan terpadu yang mengombinasikan kewaspadaan sepanjang waktu, strategi pencegahan proaktif, pemanfaatan teknologi modern dan kecerdasan buatan, serta keterlibatan aktif masyarakat.

“Model ini menjadi fondasi bagi terciptanya masyarakat yang aman dan stabil,” ujarnya.

Menurut Ahmed Saif, strategi tersebut juga menitikberatkan pada pengembangan kapasitas sumber daya manusia, penguatan kemitraan antarlembaga, serta pemberdayaan masyarakat melalui edukasi dan partisipasi publik.

Selain itu, investasi berkelanjutan pada sistem pintar dan teknologi mutakhir menjadi kunci dalam mendukung pengambilan keputusan serta meningkatkan keselamatan publik.

Sementara itu, Direktur Jenderal Kepolisian Abu Dhabi, Mayor Jenderal Sheikh Mohammed bin Tahnoun Al Nahyan, menilai peringkat ini mencerminkan komitmen jangka panjang pemerintah terhadap keamanan manusia sebagai pilar utama pembangunan berkelanjutan.

“Pendekatan ini menciptakan lingkungan yang tidak hanya aman, tetapi juga menarik untuk ditinggali, bekerja, dan berinvestasi,” katanya.

Ia menambahkan, keberhasilan Abu Dhabi mempertahankan status kota teraman dunia menempatkannya sebagai tolok ukur global dalam pengelolaan keamanan perkotaan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat. (*)

Bagikan
berita terkait