235 Polisi Samarinda Jalani Tes Kepemilikan Senpi

17 June 2020, 22:08

 SAMARINDA, analisanews.co – Polresta Samarinda menggelar tes psikologi bagi jajarannya, sebelum mendapatkan izin kepemilikan senjata api atau senpi. Kegiatan itu diikuti 235 personel bintara dan perwira. 

Mereka harus mengikuti sejumlah rangkaian tes kejiwaan selama tiga hari di Aula Wira Pratama Polresta Samarinda, Jalan Slamet Riyadi, Kecamatan Sungai Kunjang. Dimulai pada Rabu pagi, 17 Juni 2020 hingga Jumat, 19 Juni 2020 mendatang.

Dijelaskan Kapolresta Samarinda Kombes Pol Arif Budiman melalui Kasubag Humas Iptu Eko Widyatmoko, bahwa kegiatan rutin tahunan itu diikuti oleh pemohon baru maupun yang akan memperpanjang izin pakai senjata api genggam dinas Polri.

Tahun ini, kegiatan tes kejiwaan tersebut dilaksanakan tim psikolog Polda Kaltim, yang dipimpin Kompol Hasan. Dalam pelaksanaannya personel yang menjalani tes dibagi dua kloter. Yakni pada pagi dan sore hari. 

“Pagi 50, sore 50 personel. Kegiatan ini dibatasi karena mengikuti protokol kesehatan untuk menjaga jarak dan tetap menggunakan masker,” ucap Eko saat dijumpai di ruang kerjanya. 

Dijelaskan lebih lanjut, kegiatan ini juga bertujuan untuk menjaga stabilitas emosi personel. Bagi anggota Polri pemegang senpi harus memiliki kriteria. Di antaranya mampu mengendalikan diri serta punya stabilisasi emosi dan daya tahan dalam menghadapi tekanan. 

Selain psikotes, tes kejiwaan juga jadi satu tolok ukur kualifikasi para pemohon. Agar tidak menyalah guna senjata yang dimandatkan kepada mereka. “Kalau tidak lulus, ya ditarik senpinya,” terangnya.

 Penyalahgunaan senjata api oleh oknum anggota Polri di lapangan membuat tes psikologi ini penting bagi calon pemegang senjata api. Dengan ujian itu, akan diketahui kelayakan anggota Polri pemegang senjata api dalam mengendalikan emosi saat menghadapi situasi.

“Jadi perlu memastikan kesehatan rohani dan sehat jiwanya, sehingga permasalahan yang dihadapi anggota tidak memengaruhi dalam memegang senjata api,” terangnya. 

Bagi peserta yang lulus tes kejiwaan belum serta-merta berhak memegang senjata api. Mereka masih harus menjalani pemeriksaan dan pengawasan oleh pimpinannya. Untuk mengetahui tingkah laku dan perbuatan mereka selama berdinas di instansinya.

“Tidak sembarangan, kalau misalnya kondisi psikologisnya bagus dan lulus, baru diberikan izin. Ini berlaku untuk semua anggota baik perwira maupun bintara,” pungkasnya. (*)

Reporter: Nina
Editor: Ricardo

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close